Engkau akan melihat orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, betapa cahaya mereka bersinar di depan dan di samping kanan mereka. dan dikatakan kepada mereka " Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya". Demikian itulah kemenangan yang agung. (Al-Hadid : 12)

Minggu, 25 Desember 2011

Bukan Hanya Sekedar Mimpi part 2



Akhirnya masa kuliah datang juga, memang masa kuliah ini sangat jauh berbeda dengan  masa SMA apalagi hidup di kota lain yang jauh dari orang tua. Jadi intinya harus mandiri dan menyelesaikan sesuatu dengan sigap dan tepat. Entah itu tentang akademik, organisasi atau pun hal sepele misalnya masalah hati.
“Duh ujan lagi, mana jemuran udah  hampir kering hiks hiks”, ku tatap Dessy yang berpura-pura menangis dalam kekhawatiran dengan jemurannya.
“Udahlah tunggu reda dulu, ni masih deres banget Des”, aku mencoba menenangkannya.
“Iya mending kita cari tempat duduk aja ya?”, ajak temanku satunya. Namanya Vinda dia teman baruku pertama kali ketemu bener-bener kelihatan pendiam, tapi  setelah lama kenal sifat pendiamnya kabur entah kemana.
Kami bertiga bolak-bolak koridor gedung X tepatnya di lantai 2. Suasana bertambah ramai karena banyak yang menunggu hujan reda. Banyak yang simpang siur entah dengan urusan mereka. Dan kami hanya duduk di sofa depan ruang kuliah.
“Hai Ana, dia”, dengan kepalanya, Dessy menunjuk kakak tingkat yang berkedudukan sebagai korlap berkacamata. Deg deg jantungku mulai berdetak tak karuan. Aku hanya bisa memperhatikannya tanpa berani menegur apalagi menyapa.
Beberapa kali lengan Dessy menyenggolku dengan keras. “Aahhh….cie…. siapa yang barusan lewat”, kerlingan matanya mencoba menggodaku. Tanpa ku sadari bola mataku mengikuti ke mana arah korlap berkacamata itu. Oh tidak dia duduk di sofa yang tak jauh dariku. Diam-diam mulai ku perhatikan apa yang dia lakukan tanpa sepengetahuan kedua temanku.
Seorang perempuan tiba-tiba datang menghampirinya dengan gaya centil. Siapakah perempuan itu mungkinkah pacarnya, pikiranku mulai tak tenang. Tak ku sangka kenapa ada perasaan kecewa yang melandaku. Oh siapa dia dan siapa aku, kenapa aku seperti ini, perasaan apa ini. Aku mencoba mengutuki diriku sendiri.
Selang beberapa waktu tak ku lihat lagi korlap itu, kemanakah perginya, mungkinkah pergi dengan perempuan itu. “Ana udah reda ni pulang yuk…”, ajakan Dessy membuyarkaan lamunanku.
“Ah..apa?oh iya pulang sekarang yuk”,aku masih berharap bertemu dengannya entah di jalan nanti atau di manapun itu.
Hari-hari ku lewati seperti sedia kala, namun bayangan tentang korlap  berkacamata itu tak bisa hilang juga. Harapan untuk terus bertemu dengannya semakin menjadi-jadi. Pelajaran himlog pun tak menyentuh otakku sedikitpun, tak tahu karena dosennya yang kurang bisa jelasin atau aku yang tak bisa atau pikiranku melayaang entah kemana.
“Aduh,,,aku gak ngerti ni, gimana?”, sodokan lengan Dessy mengagetkanku.
“Alah bentar lagi juga mau selesai kok, liat jam dinding di belakang”, sepontan Dessy memperhatikan jam dinding yang hampir menunjuk angka 9. Tak lama kemudian dosen mengakhiri pelajarannya.
Teman-teman pun berhamburan keluar kelas, mungkin mereka merasa sesak dengan ruang yang tak begitu besar. Kami pun mulai melangkah untuk meninggalkan kelas. Dessy dan Vinda melangkah lebih dulu, meninggalkan aku di belakang. Tepat di depan pintu aku berpapasan dengan korlap berkacamata itu. Aku pun binggung lewat sebelah mana karena terhalang dengan sosok tinggi di hadapanku. Aku bergeser  sedikit agar korlap itu bisa masuk terlebih dahulu. Akhirnya dia yang lewat lebih dulu. Mungkin senyumannya menandakan ucapan terimakasih kepadaku. Oh deg degan lagi jantungku. Setiap bertemu dengannya jantungku serasa semakin cepat berdetak. Sungguh tak bisa ku pungkiri rasa senangku saat bertemu dengannya. Namun sampai saat ini aku belum tahu siapa nama korlap berkacamata itu. Namun memang tak penting sebuah nama.

to be continue
tunggu kisah selanjutnya, jangan kemana-mana sobat

Salam sayang untuk sahabatku,

Ana Qubatun







2 komentar:

  1. wah ak guyaguyu dewe ki piye.. gaswat!!

    BalasHapus
  2. ana: wah benar" gaswat iki, tak kandakno korlap berkacamata yang sok cool, sok sibuk dan sok lain" haghaghag,,,,,

    BalasHapus