Engkau akan melihat orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, betapa cahaya mereka bersinar di depan dan di samping kanan mereka. dan dikatakan kepada mereka " Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya". Demikian itulah kemenangan yang agung. (Al-Hadid : 12)

Senin, 27 Februari 2012



Inilah percakapan seorang akhwat dengan Murabbinya




Akhwat : Assalamu'alaikum ukh!
Murobbi : Wa'alaikumsalam Wr Wb ukh
Akhwat : Afwan ukh, ana mau bertanya tentang sesuatu kepada anti ?
Murobbi : Tafadhol ukh, emangnya anti mau bertanya soal apa ?
Akhwat : Ana mau bertanya tentang bagaimana kita menyampaikan rasa cinta terhadap orang yang kita cintai ?
Murobbi : Mmm, gitu ya.. ada 3 hal yang anti mesti perhatikan !
Akhwat : apa itu ukh ?
Murobbi: yang pertama saling menghargai yang kedua kepercayaan yang ketiga perhatian tanpa ketiga itu cinta itu akan dipandang semu
Akhwat : tapi ukh! ana malu mengutarakannya
Murobbi : Malu itukan sebagian dari Iman,anti ga usah khawatir, ibarat air biarkan dia mengalir apa adanya
Akhwat : Maksudnya ukh?
Murobbi : Maksudnya, cinta itu jika dipaksakan maka akan mengubah rasa yang ada didalamnya menjadi kebencian dan rasa saling ingin memiliki yang terkadang berlebihan
Akhwat : Iya juga ya ukh, gini ukh.. ana akhir-akhir ini bingung dengan perasaan ana !
Murobbi : bingung kenapa ?
Akhwat : Seperti ada yang terus mengusik, jadi kalo ana bertemu dengan orang itu hati ana jadi seneng tapi kalo udah pisah rasanya ada yang hilang gitu
Murobbi : wah, gawat !!! anti kayanya mengidap penyakit C+ dan sampai saat ini para dokter belum berhasil menemukan obatnya !!!
Akhwat : masa ukh !!! wah gimana nih??
Murobbi : mungkin anti lagi jatuh cinta
Akhwat : cinta, ana aja ga ngerti soal cinta.. emank menurut anti cinta itu apa sih ukh ?
Murobbi : wah pertanyaan yang sulit !, cinta ya , cinta menurut ana ialah memberikan suatu hal yang dimana hal itu dapat membuat seseorang penerimanya ridho akan apa yang diterimanya.. ibarat mawar, yang kita berikan ialah bunganya bukan durinya maupun tangkai dan daunnya !
Akhwat : Ana jadi bingung ukh !, ko pake perandaian mawar sih ?
Murobbi : sebab Mawar mengibaratkan cinta itu sendiri, bila dicium harum tapi apabila tidak hati-hati menyentuhnya maka kita akan terkena duri yang menyakitkan
Akhwat : oh gitu ya, berarti kalo ana ga hati-hati dengan perasaan ana, ana bisa sakit hati dong
Murobbi : yup, begitulah. Mencintai seseorang yang semuslim dengan kita dapat diperlihatkan dengan sesutau yang tak selalu dengan mengumbar kata sayang,cinta, kasih tetapi kita dapat memperlihatkan perasaan kita dengan adanya saling menasehati baik dari segi kehidupan sehari-hari maupun dari segi spiritual
Akhwat : Maksudnya gimana tuh ukh ?, ana jadi bingung
Murobbi : ketika seseorang Ikhwan bertemu dengan seorang Akhwat yang bukan mukhrim maka diantara keduanya akan terjadi getaran dan itu tidak dipungkiri lagi bagi seseorang yang telah dimabuk Nafsu
jiwa namun demikian kita dapat saling mengingatkan untuk saling menjaga pandangan mata ukh
Akhwat : Wah susah juga ya ! terus ukh gimana kalo berdua-duan ?
Murobbi : menurut anti gimana ?
Akhwat : Ana rasa sih salah !
Murobbi : Yup, bisa dikatakan kurang tepat bagi seorang muslimin dan muslima yang sedang mencari cinta yang hakiki, dan ketika seorang ikhwan menegur seorang akhwat tentang bagaimana pakaian yang ia(akhwat) kenakan, maka sesungguhnya disitulah letak kasih sayang itu disampaikan, saling mengingatkan kejalan yang lurus dan saling menasehati sesuatu yang dianggap kurang benar merupakan salah satu cara menyampaikan rasa sayang kita sesama muslim
Akhwat : Oh gitu ya ukh! apakah itu bisa dikatakan pacaran akh !
Murobbi : Pacaran sesungguhnya tidak ada dalam kamus Islam, sebab didalam pacaran itu malahan lebih banyak isinya saling mengatur walaupun katanya itu perhatian,
saling cemburu walaupun katanya itu lah rasa cinta, dan rasa saling memiliki walaupun katanya itulah arti dari pacaran.. Kita tau bahwa 70% dari seseorang yang telah putus dari pacarnya pasti akan menjadi musuh besar, jelas itu sangat kontras dari makna pacaran yang dikatakan simbol dari kasih sayang kita kepada seseorang. Kita tau bermusuhan didalam Islam ialah salah satu dosa yang dimana Allah Azza Wa jalla tidak akan mengampuni dosa seseorang tersebut sebelum ia meminta maaf kepada seseorang yang pernah ia sakitin, dan sudah jelas seseorang yang putus dari sebuah silahturohim maka ia tidak akan mencium bau syurga
Akhwat : Naudjubillah Mindzalik, Jadi gimana solusinya ukh ?
Murobbi : Perluas Ukuwah dengan mematuhi norma-norma pergaulan dalam Islam dan pererat tali silahturohim dengan sahabat semuslimmu
Akhwat : Oh gitu, soal jdoh gimana donk ukh ?
Murobbi : Tenang aja ukh ! Seorang Ikhwan yang Sholeh diperuntukkan untuk Akhwat yang sholeh dan sebaliknya Seorang Ikhwan yang Fasiq diperuntukkan kepada seorang Akhwat yang Fasiq , maka dari itu ukhti jaga deh pandangan ukhti, lisan ukhti, hati ukhti, pikiran ukhti.
Akhwat : InsyaAllah Akh !, Syukron Khasir akh, Jazakallah bi khairan
Murobbi : Afwan ukh, Waiyyaki
Akhwat : Assalamu'alaikum
Murobbi : Wa’alaikumsalam Wr Wb ukh!





Semoga bermanfaat

Senin, 13 Februari 2012

POTRET IKHWAN


Inilah potret ikhwan yang baik yang selalu menjaga dan menghormati akhwat




Karena Aku Mencintaimu
Wahai Ukhty…

Karena aku mencintaimu, maka aku ingin menjagamu

Karena aku mencintaimu, aku tak ingin terlalu dekat denganmu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin menyakitimu


Karena cintaku padamu,
Tak akan kubiarkan cermin hatimu menjadi buram

Tak akan kubiarkan telaga jiwamu menjadi keruh

Tak akan kubiarkan perisai qolbumu menjadi retak, bahkan pecah


Karena cinta ini,
Ku tak ingin mengusik ketentraman batinmu,

Ku tak ingin mempesonamu,

Ku tak ingin membuatmu simpati dan kagum,
Atau pun menaruh harap padaku.


Maka biarlah…
Aku bersikap tegas padamu,

Biarlah aku seolah acuh tak memperhatikanmu,

Biarkan aku bersikap dingin,
Tidak mengapa kau tidak menyukai aku,
Bahkan membenciku sekali pun, tidak masalah bagiku….


Semua itu karena aku mencintaimu,
Demi keselamatanmu,

Demi kemuliaanmu.




Kamis, 09 Februari 2012

CERITA UNIK IKHWAH




TA'ARUF UNIK

Seorang ikhwan yang kuliah di semester akhir berazzam untuk menyempurnakan separuh dien-nya. Sebagaimana biasa, beliau pun menghubungi ustadnya dan memulai proses dari awal sampai akhirnya tiba saatnya untuk taaruf, yaitu dipertemukan dengan calonnya. Tibalah hari dan jam yang telah ditentukan, dengan semangat seorang aktivis, beliau datang tepat waktu di sebuah tempat yang telah di janjikan ustad. Taaruf pun dimulai, sang akhi duduk disebelah murobby, sementara agak jauh di depannya sang akhwat di temani murobbiyahnya dengan posisi bersebelahan.

“Bagaimana akhi sudah cocokkah”, ustadz tersebut bertanya

"Sudah Ustad, saya mantap sekali ustad, akhwatnya yang sebelah kiri itu khan?" 

Murobbynya kaget, wajahnya berubah agak kemerahan. " Eh..gimana antum ! yang itu istri saya !"





POLIGAMI


Seorang Akhi baru saja melangsungkan pernikahan dakwahnya dengan seorang akhwat yang sama-sama berjiwa aktivis pula. Minggu-minggu awal pun dilalui dengan penuh ceria, Qiyamul-lail berjamaah, baca Al-Ma'tsurat sama-sama, tabligh akbar bersama bahkan sampai demo dan longmarch pun dilakukan sama-sama. Suatu ketika setelah pulang dari suatu acara seminar bertemakan Poligami, pasangan ini terlibat dalam pembicaraan serius,


"Bagaimana Mi, pendapat Ummi tentang poligami secara umum "


"Abi, secara umum poligami tidak ada nilai buruknya sebagaimana yang digemborkan banyak orang, bahkan itu merupakan solusi satu-satunya lho."


"solusi bagaimana maksud Ummi ?"


"Maksudnya, coba deh abi lihat, berapa perbandingan jumlah ikhwan dan akhwat, di Jakarta aja lebih dari 1 : 7, kalau semuanya dapat satu-satu, maka bagaimana nasib yang lainnya? "


"Kalo Ummi sudah paham, bagaimana kalo kita yang memulai ?"


"Maksud Abi bagaimana ? "


"Abi mau poligami, tapi yang cariin calonnya ummi saja ya."


"Apaa..! abi mau poligami ? "


"Ya dong, kan Ummi sendiri yang bilang tadi, ingat ini juga sunnah Nabi Muhammad SAW lho.."


"Wah ! kalo begitu abi salah menafsirkan Siroh Nabawiyah, kan Rasul berpoligami setelah istri pertamanya Kahdijah ra, meninggal.


Nah! Jadi abi boleh menikah poligami sampai empat pun boleh, asal setelah Ummi, istri pertama Abi ini, meninggal, OK ?"


"Ini pasti Murobbiyah ya yang ngajari..?"


Sang istri tersenyum manja penuh kemenangan





FATWA MENIKAH


Suatu sore di akhir Ramadhan, beberapa orang ikhwah tampak sedang bercengkrama di teras masjid Baitul Hikmah, Cilandak sambil menunggu waktu berbuka puasa. Mereka semua adalah para peserta I'tikaf Ramadhan yang datang dari tempat yang berbeda-beda. Dan mereka kini terlibat pembicaraan serius tentang kegiatan dakwah di kampusnya masing-masing. Beberapa saat kemudian datang seorang Ikhwan dengan tergesa-gesa, membawa suatu kabar.


" Assalamualaikum wr wb, Ikhwan semua, antum sudah dengar belum ada fatwa terbaru dari Dewan Syariah, baru keluar pagi tadi lho !"


Dengan serempak mereka menjawab,


" Waalaikum salam, fatwa terbaru tentang apa akhi ? "


" Tentang Menikah !"


" Menikah ? apa saja isi fatwa tersebut ? "


" Isinya cuma satu pasal tapi penting, bahwa mulai sekarang seorang Ikhwan tidak boleh menikah dengan akhwat satu kampus."


Semua ikhwah yang mendengar terkejut, dan saling memberi komentar satu sama yang lain.


"Apa alasannya akhi, kan tidak melanggar syar'i ?"


"Kok bisa begitu, lalu bagaimana sama yang sudah berproses, langsung dibatalkan ya .."


"Ane kira ini untuk kepentingan perluasan dakwah juga .."


"Kalau ane sih milih sami'na wa atho'na saja.."


Setelah beberapa saat terjadi tukar pendapat satu sama lain, akhirnya sang Akhi yang datang bawa kabar tersebut dengan mimik serius menjelaskan,


"Tenang Akhi.., fatwa tersebut memang harus di dukung dan ada dalilnya kok, bukankah Syariah Islam membatasi seorang Ikhwan untuk menikah hanya sampai dengan empat orang akhwat, maka bagaimana mungkin seorang ikhwan mau menikah dengan 'akhwat satu kampus' yang jumlahnya ratusan ..!"


hahaha.....semoga bisa menjadi renungan akhi ukhti.....



Selasa, 07 Februari 2012

IBU



Malaikat di Dunia


Suatu ketika . . seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia.
Menjelang diturunkan dia bertanya kepada Tuhan,




“ Para Malaikat di sini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup di sana? saya begitu kecil dan lemah”.



Tuhan Menjawab,

” Aku telah memilih 1 Malaikat untukmu, ia akan menjagamu & mengasihimu.

” Tapi di surga apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa, ini cukup bagi saya untuk bahagia ”.




” Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dakamu akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih berbahagia.




” Dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepada-Mu?




” Malaikatmu akan mengajarkanmu bagaimana cara kamu berdoa.

” Saya mendengar bahwa d bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya?"




” Malaikatmu akan melindungimu dengan Taruhan Jiwanya sekalipun.


.

” Tapi saya akan bersedih karena tidak melihat Engkau lagi.

” Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku. Dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaKu, walaupun sesungguhnya Aku selalu berada di sisi mu.

Saat itu Surga begitu tenangnya, sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya. .

” Tuhan. . . jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberi tau siapa nama Malaikat di rumah ku nanti?"



Tuhanpun Menjawab,

” Kamu dapat memanggil malaikatmu. . . IBU



-----------------------------------------------------------------------------
Kenanglah IBU yang menyayangimu

Untuk IBU yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi. .

Ingatkah engkau, ketika IBU mu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan 2 seLimut membalut tubuhmu?

Ingatkah engkau ketika jemari IBU mengusap lembut kepalamu?

Dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata IBU mu ketika ia melihatmu terbaring sakit ?

Sesekali jenguklah IBU mu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan.

Kembalilah memohon maaf pada IBU mu yang selalu merindukan akan senyum mu.

Jangan Biarkan engkau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa datang, ketika IBU telah TIADA. .

Tak ada lagi yang dapat berdiri di depan pintu menyambut kita, tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia.

Yang ada hanyalah kamar kosong tiada penghuninya, yang ada hanyalah baju yang digantung di lemari kamarnya.

Tak ada lagi dan tak akan ada lagi yang meneteskan air mata mendoakanmu di setiap hembusan nafasnya,

Kembalilah segera . . .peluklah IBU yang selalu menyayangimu. .

Ciumlah kaki IBU yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik di akhir hayatnya.

Kenanglah semua CINTA & KASIH SAYANGNYA. .


Supaya bisa menjadi renungan kita semua betapa berharganya seorang malaikat di rumah "IBU"