Inilah percakapan seorang akhwat dengan Murabbinya
Akhwat : Assalamu'alaikum ukh!
Murobbi : Wa'alaikumsalam Wr Wb ukh
Akhwat : Afwan ukh, ana mau bertanya tentang sesuatu kepada anti ?
Murobbi : Tafadhol ukh, emangnya anti mau bertanya soal apa ?
Akhwat : Ana mau bertanya tentang bagaimana kita menyampaikan rasa cinta terhadap orang yang kita cintai ?
Murobbi : Mmm, gitu ya.. ada 3 hal yang anti mesti perhatikan !
Akhwat : apa itu ukh ?
Murobbi: yang pertama saling menghargai yang kedua kepercayaan yang ketiga perhatian tanpa ketiga itu cinta itu akan dipandang semu
Akhwat : tapi ukh! ana malu mengutarakannya
Murobbi : Malu itukan sebagian dari Iman,anti ga usah khawatir, ibarat air biarkan dia mengalir apa adanya
Akhwat : Maksudnya ukh?
Murobbi : Maksudnya, cinta itu jika dipaksakan maka akan mengubah rasa yang ada didalamnya menjadi kebencian dan rasa saling ingin memiliki yang terkadang berlebihan
Akhwat : Iya juga ya ukh, gini ukh.. ana akhir-akhir ini bingung dengan perasaan ana !
Murobbi : bingung kenapa ?
Akhwat : Seperti ada yang terus mengusik, jadi kalo ana bertemu dengan orang itu hati ana jadi seneng tapi kalo udah pisah rasanya ada yang hilang gitu
Murobbi : wah, gawat !!! anti kayanya mengidap penyakit C+ dan sampai saat ini para dokter belum berhasil menemukan obatnya !!!
Akhwat : masa ukh !!! wah gimana nih??
Murobbi : mungkin anti lagi jatuh cinta
Akhwat : cinta, ana aja ga ngerti soal cinta.. emank menurut anti cinta itu apa sih ukh ?
Murobbi : wah pertanyaan yang sulit !, cinta ya , cinta menurut ana ialah memberikan suatu hal yang dimana hal itu dapat membuat seseorang penerimanya ridho akan apa yang diterimanya.. ibarat mawar, yang kita berikan ialah bunganya bukan durinya maupun tangkai dan daunnya !
Akhwat : Ana jadi bingung ukh !, ko pake perandaian mawar sih ?
Murobbi : sebab Mawar mengibaratkan cinta itu sendiri, bila dicium harum tapi apabila tidak hati-hati menyentuhnya maka kita akan terkena duri yang menyakitkan
Akhwat : oh gitu ya, berarti kalo ana ga hati-hati dengan perasaan ana, ana bisa sakit hati dong
Murobbi : yup, begitulah. Mencintai seseorang yang semuslim dengan kita dapat diperlihatkan dengan sesutau yang tak selalu dengan mengumbar kata sayang,cinta, kasih tetapi kita dapat memperlihatkan perasaan kita dengan adanya saling menasehati baik dari segi kehidupan sehari-hari maupun dari segi spiritual
Akhwat : Maksudnya gimana tuh ukh ?, ana jadi bingung
Murobbi : ketika seseorang Ikhwan bertemu dengan seorang Akhwat yang bukan mukhrim maka diantara keduanya akan terjadi getaran dan itu tidak dipungkiri lagi bagi seseorang yang telah dimabuk Nafsu
jiwa namun demikian kita dapat saling mengingatkan untuk saling menjaga pandangan mata ukh
Akhwat : Wah susah juga ya ! terus ukh gimana kalo berdua-duan ?
Murobbi : menurut anti gimana ?
Akhwat : Ana rasa sih salah !
Murobbi : Yup, bisa dikatakan kurang tepat bagi seorang muslimin dan muslima yang sedang mencari cinta yang hakiki, dan ketika seorang ikhwan menegur seorang akhwat tentang bagaimana pakaian yang ia(akhwat) kenakan, maka sesungguhnya disitulah letak kasih sayang itu disampaikan, saling mengingatkan kejalan yang lurus dan saling menasehati sesuatu yang dianggap kurang benar merupakan salah satu cara menyampaikan rasa sayang kita sesama muslim
Akhwat : Oh gitu ya ukh! apakah itu bisa dikatakan pacaran akh !
Murobbi : Pacaran sesungguhnya tidak ada dalam kamus Islam, sebab didalam pacaran itu malahan lebih banyak isinya saling mengatur walaupun katanya itu perhatian,
saling cemburu walaupun katanya itu lah rasa cinta, dan rasa saling memiliki walaupun katanya itulah arti dari pacaran.. Kita tau bahwa 70% dari seseorang yang telah putus dari pacarnya pasti akan menjadi musuh besar, jelas itu sangat kontras dari makna pacaran yang dikatakan simbol dari kasih sayang kita kepada seseorang. Kita tau bermusuhan didalam Islam ialah salah satu dosa yang dimana Allah Azza Wa jalla tidak akan mengampuni dosa seseorang tersebut sebelum ia meminta maaf kepada seseorang yang pernah ia sakitin, dan sudah jelas seseorang yang putus dari sebuah silahturohim maka ia tidak akan mencium bau syurga
Akhwat : Naudjubillah Mindzalik, Jadi gimana solusinya ukh ?
Murobbi : Perluas Ukuwah dengan mematuhi norma-norma pergaulan dalam Islam dan pererat tali silahturohim dengan sahabat semuslimmu
Akhwat : Oh gitu, soal jdoh gimana donk ukh ?
Murobbi : Tenang aja ukh ! Seorang Ikhwan yang Sholeh diperuntukkan untuk Akhwat yang sholeh dan sebaliknya Seorang Ikhwan yang Fasiq diperuntukkan kepada seorang Akhwat yang Fasiq , maka dari itu ukhti jaga deh pandangan ukhti, lisan ukhti, hati ukhti, pikiran ukhti.
Akhwat : InsyaAllah Akh !, Syukron Khasir akh, Jazakallah bi khairan
Murobbi : Afwan ukh, Waiyyaki
Akhwat : Assalamu'alaikum
Murobbi : Wa’alaikumsalam Wr Wb ukh!
Semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar