ETIKA
BERTETANGGA
1. Memuliakan
Tetangga
·
“Tidak henti-hentinya Jibril berpesan
kepadaku untuk (berbuat baik kepada) tetangga. Sampai-sampai aku menyangka
bahwa dia akan memberinya hak waris”.(HR.Al-Bukhari)
·
“Sebaik-baik tetangga di sisi Allah
adalah yang paling baik kepada tetangganya”.(HR.At-Tirmizi)
·
Istilah tetangga mencakup segalanya baik
muslim, non muslim, asing, lama, pribumi harus diperlakukan sama.
2. Tetangga
Terdekat dan Hak-haknya
·
“Aku pernah bertanya ,’Duhai Rasulullah,
sesungguhnya aku mempunyai dua orang tetangga (wanita). Lalu kepada yang
manakah aku member hadiah. Beliau bersabda ,’Kepada yang pintu rumahnya lebih
dekat dari (pintu rumah) mu”.(HR.Al-Bukhari)
·
Tetangga yang paling dekat yang biasa
lebih cepat menolong kita pada waktu kesusahan karena mereka tahu kits sedang
kesusahan.
3. Larangan
Mengganggu Maupun Menyakiti Tetangga
·
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan
hari akhir maka janganlah menyakiti tetangganya”.(HR.Al-Bukhari)
·
“Tidak akan masuk surge orang yang tetangganya
tidak aman dari kejahatannya”.(HR.Muslim)
ETIKA
BERGAUL
1. Memilih
Teman
·
“Seseorang itu bergantung pada agama
teman akrabnya. Maka hendaklah salah seorang di antara kamu memperlihatkan
siapa yang dia jadikan teman akrab”.(HR.At-Tirmizi)
·
“JAnganlah kamu bersahabat kecuali
dengan orang yang beriman. Dan janganlah memakan makanan kecuali orang yang
bertaqwa”.(HR.Abu Dawud)
·
“Perumpumaan teman duduk yang baik dan
yang buruk ialah seperti pembawa minyak kesturi dan peniup cerobong asap.
Pembawa minya kesturi adakalanya memberimu dan adakalanya engkau membeli
darinya atau engkau mendapatkan aroma yang harum darinya. Sedangkan peniup
cerobong api adakalanya membakar pakaianmu dan adakalanya engkau mendapatkan
bau yang busuk”.(HR.Al-Bukhari)
2. Cinta
Karena Allah
·
Mencintai (bersahabat) karena Allah akan
menyelamatkannya pada hari akhir nanti, namu harus selalu mewaspadai jikalau
kecintaan itu akan berlangsung karena asas manfaat.
·
“Allah berfirman ‘KecintaanKu berhak
diterima oleh orang-orang yang saling mencintai Aku, duduk bersama karena Aku,
saling berkunjung karena Aku dan saling memberi karena Allah”.(HR.Ahmad)
3. Bermanis
Muka dan Bersikap Lemah Lembut
·
“Setiap kebajikan adalah sedekah. Dan
diantara kebajikan itu adalah berjumpa dengan saudaramu dengan wajah yang ceri
(berseri-seri)”.(HR.At-Tirmizi)
·
Sikap yang lemah lembut dan simpatik
akan memperkuat ikatan persahabatan antar teman dan memperdalam hubungan. Termasuk bisa melanggengkan persahabatan
dengan saling berkirim hadiah.
·
“Berjabat tanganlah kalian maka rasa
dendam akan sirna. Dan saling berkirim hadiahlah kalian maka akan saling
mencintai dan rasa permusuhan akan hilang”.(HR.Malik)
4. Memberi
Nasehat Sebagai Pelengkap Persahabatan
·
Saling menasehati dan mengingatkan untuk
selalu berjuang dan menegakkan agama Allah
·
“Aku berbai’at kepada Rasulullah untuk
menegakkan solat dan menunaikan zakat serta memberikan nasihat kepada setiap
muslim”.(HR.Al-Bukhari)
5. Memberikan
Bantuan
·
“Sesungguhnya orang mukmin (lainnya)
adalah seperti bangunan, sebagiannya menguatkan sebagian lainnya. Dan beliau
pun menyilangkan jari-jemarinya”.(HR.Al-Bukhari)
·
Sesamaka kawan memang harus saling
membantu agar yang kesusahan tidak mersa terpinggirkan. Dan Allah itu selalu
memberikan pertolongan kepada semua makhlukNya.
6. Rendah
Hati dan Tidak Takabur
·
“Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku
agar kalian saling bersikap rendah hati, sehingga tidak ada salah seorang yang
bersikap sombong terhadap yang lain dan tidak ada pula salah seorang yang
berbuat sewenang-wenang terhadap yang lain”.(HR.Muslim)
·
Orang yang mulia bukanlah orang yang
menjadikan dirinya mulia dan orang yang rendah bukan orang yang menjadikan
dirinya rendah. Orang yang mulia terhormat bersikap rendah hati kepada Allah
dan lemah lembut kepada kawan akan semakin menambah derajatnya di sisi Allah
dan dimata manusia.
7. Berakhlak
Mulia
·
Berakhlak mulia adalah oaring yang
bermuka manis, siap menanggung derita, menahan amarah, tidak ceroboh dll. Orang
yang mempunyai akhlak yang mulai pasti bisa menjaga dan menjunjung agamanya.
·
“Sesungguhnya diantara yang terbaik
diantara kamu adalah yang paling baik akhlaknya”.(HR.Al-Bukhari)
8. Menjaga
Kebersihan Hati
·
Orang yang menjaga kebersihan hatinya
tidak akan mendendam terjadap sesame dan cepat memaafkan kesalahan orang lain.
·
“Dan cabutlah rasa dendam di dalam
hatiku”.(HR.Abu Dawud)
9. Berbaik
Sangka Kepada Kawan dan Tidak Memata-matainya
(QS. Al-Hujurat : 12)
·
“Hindarilah olehmu prasangka. Karena
sesungguhnya prasangka adalah cerita yang paling dusta. Dan janganlah kamu
mencari-cari aib orang dan jangan pula memata-matainya”.(HR.Al-Bukhari)
·
Salah satu berbaiksangka kepada teman
adalah menungguinya bercerita dan mendengarkan ucapannya secara seksama.
10. Memaafkan
Kesalahan dan Menahan Amarah
(QS.Asy-Syuura : 37) (QS.Ali Imran
: 134)
·
“Barangsiapa mau menahan amarah
sementara dia mampu melampiaskannya maka kelak pada hari kiamat Allah akan
memanggilnya di atas kepala seluruh makhluk hingga menyuruhnya memilih bidadari
yang dia kehendaki”.(HR.At-Tirmizi)
·
“Sedekah tidak mengurangi kekayaan.
Allah tidak menambah seseorang hamba karena memaafkan (orang lain) kecuali
kemuliaan. Dan tidaklah seseorang bersikap rendah hati kepada Allah melainkan
Allah akan mengangkat derajatnya”.(HR.Muslim)
11. Larangan
Membenci, Mendengki dan Menjauhi
·
Dengki ada 2 macam yaitu :
a. Dengki yang tercela yaitu berharap agar nikmat
Allah yang diberikan kepada seseorang lenyap dan berpindah kepadanya
b. Dengki
yang terpuji (ghibthbah) yaitu berharap nikmat yang diterima seseorang juga
diterimanya tanpa mengharap nikmat yang diterima seseorang lenyap
·
“Janganlah kalian saling membenci,
janganlah saling mendengkidan janganlah saling menjauhi. Jadilah kalian wahai
hamba-hamba Allah sebagai saudara. Dan tidaklah halal bagi seorang muslim untuk
menjauhi (tidak menyapa) saudaranya lebih dari tiga hari”.(HR.Al-Bukhari)
12. Larangan
Memanggil Orang dengan Gelar yang Buruk
(QS.Al-Hujurat : 11)
Orang yang selamat adalah orang
yang mampu mengendalikan lisan dan tangannya sehingga tidak merusak kehormatan
sesame muslim dan tidak menimpakan keburukan kepadanya.
13. Anjuran
Mendamaikan Teman yang Berseteru
·
“Maukah aku beritahukan kepadamu tentang
sesuatu yang lebih utama daripada derajat puasa, solat dan sedekah?. Mereka
menjawan :Ya tentu. Lantas beliau bersabda :Mendamaikan pihak-pihak yang
berseteru, karena rusaknya pihak-pihak yang berseteru adalah
pencukur”.(HR.At-Tirmizi)
·
“Bukanlah pendusta orang yang
mendamaikan orang-orang (yang berseteru) sehingga dia membuat hasutan yang baik
atau mengatakan sesuatu yang baik”.(HR.Al-Bukhari)
·
“Setiap persendian manusia harus
dikeluarkan sedekahnya setiap hari matahari terbit. Menegakkan keadilan di
antara manusia adalah sedekah”.(HR.Al-Bukhari)
14. Larangan
Menyebut-nyebut Pemberian
(QS.Al-Baqarah : 262)
·
“Ada tiga golongan yang tidak bisa
diajak bicara oleh Allah, tidak akan dilihat, tidak akan disucikan dan akan
mendapatkan ahzab yang pedih. Kemudian kta Abu Dzar, Rasulullah membacanya tiga
kali. Abu Dzar lantas berkata’ mereka pasti kecewa dan merugi. Sioapakah mereka
itu?’. Beliau menjawab’Yaitu : orang yang memanjangkan pakaiannya yang melebihi
mata kaki, orang yang suka menyebut-nyebut sedekah dan orang yang memperlaris
dagangannya dengan sumpah palsu”.(HR.Muslim)
·
“Tidak akan masuk surga orang yang suka
menyebut-nyebut pemberiannya, orang yang durhaka (kepada orang tuanya) dan pecandu
khamr”.(HR.An-Nasa’i)
15. Menjaga
Rahasia
“Tanda orang munafik ada tiga :
yaitu bila berkata dusta, bila berjanji mengingkari dan bila dipercaya
berkhianat”.(HR.Al-Bukhari)
16. Larangan
Bermuka Dua
“Engkau akan menemukan salah satu
golongan manusia yang paling jahat pada hari kiamat di sisi Allah adalah orang
yang bermuka dua yaitu orang yang dating kepada mereka itu dengan satu wajah
dan kepada mereka yang lain dengan wajah yang lain”.(HR.Al-Bukhari)