Engkau akan melihat orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, betapa cahaya mereka bersinar di depan dan di samping kanan mereka. dan dikatakan kepada mereka " Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya". Demikian itulah kemenangan yang agung. (Al-Hadid : 12)

Kamis, 23 Januari 2014

Etika Bertetangga dan Bergaul



 
ETIKA BERTETANGGA
1.      Memuliakan Tetangga
·         “Tidak henti-hentinya Jibril berpesan kepadaku untuk (berbuat baik kepada) tetangga. Sampai-sampai aku menyangka bahwa dia akan memberinya hak waris”.(HR.Al-Bukhari)
·         “Sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah yang paling baik kepada tetangganya”.(HR.At-Tirmizi)
·         Istilah tetangga mencakup segalanya baik muslim, non muslim, asing, lama, pribumi harus diperlakukan sama.
2.      Tetangga Terdekat dan Hak-haknya
·         “Aku pernah bertanya ,’Duhai Rasulullah, sesungguhnya aku mempunyai dua orang tetangga (wanita). Lalu kepada yang manakah aku member hadiah. Beliau bersabda ,’Kepada yang pintu rumahnya lebih dekat dari (pintu rumah) mu”.(HR.Al-Bukhari)
·         Tetangga yang paling dekat yang biasa lebih cepat menolong kita pada waktu kesusahan karena mereka tahu kits sedang kesusahan.
3.      Larangan Mengganggu Maupun Menyakiti Tetangga
·         “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah menyakiti tetangganya”.(HR.Al-Bukhari)
·         “Tidak akan masuk surge orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatannya”.(HR.Muslim)

ETIKA BERGAUL
1.      Memilih Teman
·         “Seseorang itu bergantung pada agama teman akrabnya. Maka hendaklah salah seorang di antara kamu memperlihatkan siapa yang dia jadikan teman akrab”.(HR.At-Tirmizi)
·         “JAnganlah kamu bersahabat kecuali dengan orang yang beriman. Dan janganlah memakan makanan kecuali orang yang bertaqwa”.(HR.Abu Dawud)
·         “Perumpumaan teman duduk yang baik dan yang buruk ialah seperti pembawa minyak kesturi dan peniup cerobong asap. Pembawa minya kesturi adakalanya memberimu dan adakalanya engkau membeli darinya atau engkau mendapatkan aroma yang harum darinya. Sedangkan peniup cerobong api adakalanya membakar pakaianmu dan adakalanya engkau mendapatkan bau yang busuk”.(HR.Al-Bukhari)
2.      Cinta Karena Allah
·         Mencintai (bersahabat) karena Allah akan menyelamatkannya pada hari akhir nanti, namu harus selalu mewaspadai jikalau kecintaan itu akan berlangsung karena asas manfaat.
·         “Allah berfirman ‘KecintaanKu berhak diterima oleh orang-orang yang saling mencintai Aku, duduk bersama karena Aku, saling berkunjung karena Aku dan saling memberi karena Allah”.(HR.Ahmad)
3.      Bermanis Muka dan Bersikap Lemah Lembut
·         “Setiap kebajikan adalah sedekah. Dan diantara kebajikan itu adalah berjumpa dengan saudaramu dengan wajah yang ceri (berseri-seri)”.(HR.At-Tirmizi)
·         Sikap yang lemah lembut dan simpatik akan memperkuat ikatan persahabatan antar teman dan memperdalam hubungan.  Termasuk bisa melanggengkan persahabatan dengan saling berkirim hadiah.
·         “Berjabat tanganlah kalian maka rasa dendam akan sirna. Dan saling berkirim hadiahlah kalian maka akan saling mencintai dan rasa permusuhan akan hilang”.(HR.Malik)
4.      Memberi Nasehat Sebagai Pelengkap Persahabatan
·         Saling menasehati dan mengingatkan untuk selalu berjuang dan menegakkan agama Allah
·         “Aku berbai’at kepada Rasulullah untuk menegakkan solat dan menunaikan zakat serta memberikan nasihat kepada setiap muslim”.(HR.Al-Bukhari)
5.      Memberikan Bantuan
·         “Sesungguhnya orang mukmin (lainnya) adalah seperti bangunan, sebagiannya menguatkan sebagian lainnya. Dan beliau pun menyilangkan jari-jemarinya”.(HR.Al-Bukhari)
·         Sesamaka kawan memang harus saling membantu agar yang kesusahan tidak mersa terpinggirkan. Dan Allah itu selalu memberikan pertolongan kepada semua makhlukNya.
6.      Rendah Hati dan Tidak Takabur
·         “Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian saling bersikap rendah hati, sehingga tidak ada salah seorang yang bersikap sombong terhadap yang lain dan tidak ada pula salah seorang yang berbuat sewenang-wenang terhadap yang lain”.(HR.Muslim)
·         Orang yang mulia bukanlah orang yang menjadikan dirinya mulia dan orang yang rendah bukan orang yang menjadikan dirinya rendah. Orang yang mulia terhormat bersikap rendah hati kepada Allah dan lemah lembut kepada kawan akan semakin menambah derajatnya di sisi Allah dan dimata manusia.
7.      Berakhlak Mulia
·         Berakhlak mulia adalah oaring yang bermuka manis, siap menanggung derita, menahan amarah, tidak ceroboh dll. Orang yang mempunyai akhlak yang mulai pasti bisa menjaga dan menjunjung agamanya.
·         “Sesungguhnya diantara yang terbaik diantara kamu adalah yang paling baik akhlaknya”.(HR.Al-Bukhari)
8.      Menjaga Kebersihan Hati
·         Orang yang menjaga kebersihan hatinya tidak akan mendendam terjadap sesame dan cepat memaafkan kesalahan orang lain.
·         “Dan cabutlah rasa dendam di dalam hatiku”.(HR.Abu Dawud)
9.      Berbaik Sangka Kepada Kawan dan Tidak Memata-matainya
(QS. Al-Hujurat : 12)
·         “Hindarilah olehmu prasangka. Karena sesungguhnya prasangka adalah cerita yang paling dusta. Dan janganlah kamu mencari-cari aib orang dan jangan pula memata-matainya”.(HR.Al-Bukhari)
·         Salah satu berbaiksangka kepada teman adalah menungguinya bercerita dan mendengarkan ucapannya secara seksama.
10.  Memaafkan Kesalahan dan Menahan Amarah
(QS.Asy-Syuura : 37) (QS.Ali Imran : 134)
·         “Barangsiapa mau menahan amarah sementara dia mampu melampiaskannya maka kelak pada hari kiamat Allah akan memanggilnya di atas kepala seluruh makhluk hingga menyuruhnya memilih bidadari yang dia kehendaki”.(HR.At-Tirmizi)
·         “Sedekah tidak mengurangi kekayaan. Allah tidak menambah seseorang hamba karena memaafkan (orang lain) kecuali kemuliaan. Dan tidaklah seseorang bersikap rendah hati kepada Allah melainkan Allah akan mengangkat derajatnya”.(HR.Muslim)
11.  Larangan Membenci, Mendengki dan Menjauhi
·         Dengki ada 2 macam yaitu :
a.        Dengki yang tercela yaitu berharap agar nikmat Allah yang diberikan kepada seseorang lenyap dan berpindah kepadanya
b.      Dengki yang terpuji (ghibthbah) yaitu berharap nikmat yang diterima seseorang juga diterimanya tanpa mengharap nikmat yang diterima seseorang lenyap
·         “Janganlah kalian saling membenci, janganlah saling mendengkidan janganlah saling menjauhi. Jadilah kalian wahai hamba-hamba Allah sebagai saudara. Dan tidaklah halal bagi seorang muslim untuk menjauhi (tidak menyapa) saudaranya lebih dari tiga hari”.(HR.Al-Bukhari)
12.  Larangan Memanggil Orang dengan Gelar yang Buruk
(QS.Al-Hujurat : 11)
Orang yang selamat adalah orang yang mampu mengendalikan lisan dan tangannya sehingga tidak merusak kehormatan sesame muslim dan tidak menimpakan keburukan kepadanya.
13.  Anjuran Mendamaikan Teman yang Berseteru
·         “Maukah aku beritahukan kepadamu tentang sesuatu yang lebih utama daripada derajat puasa, solat dan sedekah?. Mereka menjawan :Ya tentu. Lantas beliau bersabda :Mendamaikan pihak-pihak yang berseteru, karena rusaknya pihak-pihak yang berseteru adalah pencukur”.(HR.At-Tirmizi)
·         “Bukanlah pendusta orang yang mendamaikan orang-orang (yang berseteru) sehingga dia membuat hasutan yang baik atau mengatakan sesuatu yang baik”.(HR.Al-Bukhari)
·         “Setiap persendian manusia harus dikeluarkan sedekahnya setiap hari matahari terbit. Menegakkan keadilan di antara manusia adalah sedekah”.(HR.Al-Bukhari)
14.  Larangan Menyebut-nyebut Pemberian
(QS.Al-Baqarah : 262)
·         “Ada tiga golongan yang tidak bisa diajak bicara oleh Allah, tidak akan dilihat, tidak akan disucikan dan akan mendapatkan ahzab yang pedih. Kemudian kta Abu Dzar, Rasulullah membacanya tiga kali. Abu Dzar lantas berkata’ mereka pasti kecewa dan merugi. Sioapakah mereka itu?’. Beliau menjawab’Yaitu : orang yang memanjangkan pakaiannya yang melebihi mata kaki, orang yang suka menyebut-nyebut sedekah dan orang yang memperlaris dagangannya dengan sumpah palsu”.(HR.Muslim) 
·         “Tidak akan masuk surga orang yang suka menyebut-nyebut pemberiannya, orang yang durhaka (kepada orang tuanya) dan pecandu khamr”.(HR.An-Nasa’i) 
15.  Menjaga Rahasia
“Tanda orang munafik ada tiga : yaitu bila berkata dusta, bila berjanji mengingkari dan bila dipercaya berkhianat”.(HR.Al-Bukhari)
16.  Larangan Bermuka Dua
“Engkau akan menemukan salah satu golongan manusia yang paling jahat pada hari kiamat di sisi Allah adalah orang yang bermuka dua yaitu orang yang dating kepada mereka itu dengan satu wajah dan kepada mereka yang lain dengan wajah yang lain”.(HR.Al-Bukhari)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar