A. Madzhab
dalam akidah (teologi)
Pada
mulanya islam hanyalah satu, yaitu yang dicontohkan dan diajarkan Rasulullah,
lalu dilanjutkan oleh orang-orang beriman setelahnya yakni para sahabat. Kelak
jalan inilah yang ditempuh oleh Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Adapun jalan yang
tidak dicontohkan oleh Rasul adalah jalan syetan yang dilakukan para ahli
bid’ah yang sesat, yang akan memecahbelah umat islam. Sebagaimana dalam QS Al-An’am : 153
B. Mengenal
madzhab aqidah
1. Brdasarkan
hubungan antara dosa dan iman
a. Al
Hururiyah
Mereka
berkata “ sesungguhnya agama dan iman adalah ucapan, amal dan keyakinan. Tetapi
tidak bisa bertambah dan berkurang. Maka barang siapa yang melakukan dosa besar
ia kafir di dunia dan di akherat kekal di neraka, jika ia mati sebelum
bertobat.”
b. Al
Mu’tazilah
Mereka
berkata “ sesungguhnya agama dan iman adalah ucapan, amal dan keyakinan. Tetapi
tidak bisa bertambah dan berkurang. Maka barang siapa yang melakukan dosa besar
maka kedudukannya berada di dua tempat -keluar dari ima tapi tidak kafir- itu
hokum di dunia. Sedangkan di akherat mereka kekal di neraka.”
c. Al
Murji’ah
Dosa
tidaklah berdampak buruk bagi keimanan. Sebagaimana ketaatan tidak lah
bermanfaat bagi kekafiran. Iman hanyalah dibenarkan di hati saja. Keimanan
manusia paling fasiq sama dengan keimanan manusia paling sempurna.
d. Al
jahmiyah
Mereka
pelaku dosa besar tetaplah sempurna imannya, dan tidak berhak dimasukkan ke
neraka
e. Ahlus
Sunnah wal Jamaah
Mereka
telah mendapatkan petunjuk Allah diatas kebenaran. Sesungguhnya iman adlah
ucapan dengan lisan, diamalkan dengan perbuatan dan diyakini dalam hati. Bisa
bertambah karena ketaatan dan berkurang karena maksiat. Adapun para pelaku dosa
besar berada dibawah kehendak Allah.
2. Berdasarkan
penyikapan para sahabat Nabi
a. Ar
Rafidhah
Segolongan
dari syiah mereka melampaui batas dalam memuliakan Ali.
b. Al
Khawarij
Menerima
sebagian besar sahabat tapi mengharamkan Ali, Mu’awiyah dan orang yang bersama
mereka.
c. An
Nawashib
Mereka
memproklamirkan permusuhkan kepada Ahli Bait dan melaknat apa yang ada pada
mereka.
d. Ahlus
Sunnah wal Jamaah
Allah
memberikan hidayah kepada mereka untuk tetap diatas kebenaran. Mereka bersikap
tidak melampaui batas terhadap Ali dan Ahli Bait. Mereka mengetahui hal
keseluruhan sahabat yakni Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali.
3. Berdasarkan
sikap mereka terhadap ayat dan hadist tentang nama dan sifat Allah
a. Al
Mu’athillah
Mereka
mengingkari dan meniadakan sifat dan nama Allah.
b. Al
mujassimah wal musyabbihah
Mereka
menganggap Allah mempunyai jism (wujud) seperti manusia.
c. Al
Asy’ariyah
Mereka
bagian dari –paling tidak mendekati- Ahlus Sunnah
d. Ahlus
Sunnah wal Jamaah
Meraka
itsbat (menetapkan dan mengukuhkan) adanya nama dan sifat Allah tanpa
mengingkarinya, tidak menyerupai dengan makhluk, tidak melakukan ta’wil , tidak
merunahnya, tidak bertanya bagaimana dan mereka membiarkannya sebagimana
datangnya, mengimani makna dan apa-apa yang ada padanya.
4. Berdasarkan
Kehendak perbuatan manusia
a. Al
Jabariyah
Manusia
menerima begitu saja atas perbuatannya, gerakannya adalah perbuatan Allah
b. Al
Qodariyah
Manusia
menciptakan perbuatannya sendiri dan bukan atas kehendak Allah
c. Ahlus
Sunnah wal Jamaah
Allah
menciptakan manusia dan perbuatannya. Mnusia yang melakukan hakikatnya dan mereka
dianugerahi kehendak dan kemauan untuk berbuat. Ahlus Sunnah menetapkan bahwa
bagi manusia memiliki kehendak dan kemampuan untuk menentukan pilihan sesuai
kehendak Allah.
5. Ahlus
Sunnah wal Jamaah
Jalan yang ditempuh
oleh Rasulullah dan jamaah para sahabat dan tabi’in, tabi’ut baik dari sisi
paraadigma berpikir dan pengamalan terhadap agama serta akhlak. Bukan sekedar
simbolistik tetapi esensi. Maka siapa2 saja yang menempuh jalan keselamatan
yang mereka tempuh secara benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar