Engkau akan melihat orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, betapa cahaya mereka bersinar di depan dan di samping kanan mereka. dan dikatakan kepada mereka " Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya". Demikian itulah kemenangan yang agung. (Al-Hadid : 12)

Minggu, 02 Februari 2014

ETIKA BEPERGIAN






1.      Anjuran Berpamitan Bagi Orang yang Hendak Bepergian
Apabila seseorang akan bepergian maka hendaknya dia mendatangi kawannya untuk mengucapkan pamit dan memanfaatkan doa kawan, sedangkan jika seseorang baru dating dari bepergian hendaknya kawan mendatanginya
“Ibnu umar pernah berkata kepadaku,’Marilah aku lepas kepergianmu sebagaimana Rasulullah melepas kepergian,’Aku titipkan kepada Allah agamamu, amanatmu, dan penutup amalmu”.(HR.Abu Dawud)

2.      Makruh Hukumnya Orang Bepergian Sendirian
·         “Apabila manusia mengetahui apa (bahaya) kesendirian sebagaimana yang ku ketahui, niscaya tidak ada seorang pengendara pun yang akan berjalan dimalam hari seorang diri”.(HR.Al-Bukhari)
·         “Pengendara (yang bepergian) seorang diri adalah seorang setan dan (yang bepergian) berdua adalah dua orang setan. Sedangkan (yang bepergian) bertiga atau lebih adalah rombongan”.(HR.Abu Dawud)

3.      Anjuran Menunjuk Ketua Rombongan Dalam Perjalanan
Ajaran islam menganjurkan untuk berjamaah bukan terpecah belah dan menunjuk pemimpin atau imam
“Apabila ada tiga orang yang keluar dalam sebuah perjalanan, maka hendaknya mereka menunjuk salah satu dari mereka menjadi amir (pemimpin) ”.(HR.Abu Dawud)

4.      Larangan Membawa Anjing dan Lonceng Saat Perjalanan
“Malaikat tidak mau menemani rombongan yang di dalamnya terdapat anjing dan lonceng”. (HR.Muslim)
“Lonceng adalah seruling setan”. (HR.Muslim) 

5.      Larangan Bepergian Tanpa Mahram Bagi Wanita
“Janganlah sekali-kali seorang lelaki bersama dengan seorang wanita di tempat yang sepi. Dan janganlah sekali-kali seorang wanita pergi sendirian tanpa mahramnya. Kemudian ada seorang laki-laki berdiri seraya berkata ‘Ya Rasulullah, aku sudah mendapat tugas dalam berperang begini dan begini, sementara istriku pergi haji’. Beliau lantas bersabda. ‘Berangkatlah pergi haji bersama istrimu”.(HR.Al-Bukhari)

6.      Anjuran Bepergian Pada Hari Kamis Pagi
“Bahwasannya Nabi keluar pada hari Kamis pada perang tabuk dan memang beliau dahulu suka keluar pada hari Kamis”.(HR.Al-Bukhari)
·         Bepergian pada hari Jum’at sebenarnya boleh namun bagi yang berkewajiban menunaikan solat jumat tidak diperbolehkan pergi. Yang ditakutkan jika menggunakan kendaraan (bis/kereta/dll) pengemudi lupa dengan solat jumatnya

7.      Doa dan Dzikir Bagi Orang yang Bepergian
“Ada tiga macam doa yang mustajabyang tidak ada keraguan tentang hal itu yaitu doanya orang tua, doa musafir dan doa orang terdzholimi.
a.       Berdoa ketika naik kendaraan
Dengan membaca basmalah, dan Alhamdulillah ketika sudah menaikinya
b.      Berdoa ketika berangkat dan pulang
c.       Berdoa ketika meniti jaln yang terjal dan turun dari lembah
d.      Berdoa ketika memasuki desa atau sejenisnya
e.       Berdoa pada penghujung malam bagi musafir

8.      Solat Sunnah di Dalam Perjalanan
Disunnahkan mengerjakan solat sunnah dan witir dalam perjalanan dan tidak harus menghadap kiblat namun tidak untuk solat fardhu karena bisa di jama’
“Adalah Rasulullah mengerjakan solat sunnah di dalamm perjalanan di atas kendaraannya sesuai dengan arah perjalanannya. Beliau member isyarat dengan kepala, beliau mengerjakan solat malam kecuali solat wajib. Dan beliau juga mengerjakan solat witir di atas kendaraannya”.(HR.Al-Bukhari)

9.      Berdoa Ketika Singgah di Tempat Peristirahatan
“Barangsiapa singgah di suatu tempat, kemudia membaca,’aku berlindung kepada kalimat0kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa-apa yang Dia ciptakan’, niscaya dia tidak akan diganggu oleh sesuatu pun sampai dia meninggalkan tempat persinggahannya itu”. (HR. Muslim)

10.  Anjuran Berjamaah Ketika Singgah dan Ketika Makan
Lebih baik berpatungan dan dikumpulkan pada seorang karena lebih berkah dan hemat.
“Semula ketika orang-orang singgah di suatu tempat mereka berpisah-pisah di beberapa ngarai dan lembah. Kemudian Rasulullah bersabda,’ika kalian berpisah-pisah di beberapa ngarai-ngarai danj lembah-lembah ini maka sesungguhnya hal itu dari setan’. Setelah itu setiap kali mereka singgah di suatu tempat maka mereka saling berhimpitan. Sehingga bisa dikatakan seandainya mereka diselimuti dengan sehelai kain, niscaya selimut ituakan mengenai mereka semua”.(HR.Abu Dawud)
11.  Tidur di Perjalanan
“Bahwasannya ketika Rasulullah kembali dari perang khaibar beliau mengadakan perjalanan pada malam hari. Sampai ketika beliau merasa sangat mengantuk, maka beliau pun beristirahat san bersabda kepada Bilal ,’Berjagalah untuk kami malam ini”.(HR. Muslim)
12.  Anjuran Segera Pulang Setelah Menyelesaikan Urusan dan Tidak Berlama-lama
“Bepergian adalah sepotong adzab, ia menahan salah seorang diantara kamudari makan, minum dan tidurnya. Apabila dia telah menyelesaikan urusannya, maka hendaknya ia segera kembali ke (rumah) keluarganya”.(HR. Al-Bukhari)
13.  Larangan Pulang ke Rumah Keluarga pada Malam Hari
“Rasulullah melarang seseorang mendatangi keluarganya secara tiba-tiba di malam hari seraya menganggap mereka berkhianat atau mencari-cari kesalahan mereka”.(HR.Muslim)
Maksudnya tidak memberi kabar sebelumnya kepada orang rumah bahwa dia akan pulang, sehingga menggagu orang rumah pada waktu pulang malam hari.
Sedangkan pulangnya suami kepada istri dimaksudnya harus member kabar dahulu kalau tidak istri tidak bisa bersiap-siap (berdandan yang rapi) waktu suami pulang.
14.  Anjuran Melaksanakan Solat Sunnah Dua Rakaat di Masjid Ketika Pulang
“Bahwasannya Nabi dahulu ketika dating dari bepergian pada waktu dhuha, beliau masuk ke masjid lalu melaksanakan solat dua rakaat sebelum duduk”.(HR.Al-Bukhari)
Yang dimaksud solat sbelum duduk bukan solat sunnah tahiyatul masjid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar