1. Anjuran
Berpamitan Bagi Orang yang Hendak Bepergian
Apabila seseorang akan bepergian
maka hendaknya dia mendatangi kawannya untuk mengucapkan pamit dan memanfaatkan
doa kawan, sedangkan jika seseorang baru dating dari bepergian hendaknya kawan
mendatanginya
“Ibnu umar pernah berkata
kepadaku,’Marilah aku lepas kepergianmu sebagaimana Rasulullah melepas
kepergian,’Aku titipkan kepada Allah agamamu, amanatmu, dan penutup
amalmu”.(HR.Abu Dawud)
2. Makruh
Hukumnya Orang Bepergian Sendirian
·
“Apabila manusia mengetahui apa (bahaya)
kesendirian sebagaimana yang ku ketahui, niscaya tidak ada seorang pengendara
pun yang akan berjalan dimalam hari seorang diri”.(HR.Al-Bukhari)
·
“Pengendara (yang bepergian) seorang
diri adalah seorang setan dan (yang bepergian) berdua adalah dua orang setan.
Sedangkan (yang bepergian) bertiga atau lebih adalah rombongan”.(HR.Abu Dawud)
3. Anjuran
Menunjuk Ketua Rombongan Dalam Perjalanan
Ajaran islam menganjurkan untuk
berjamaah bukan terpecah belah dan menunjuk pemimpin atau imam
“Apabila ada tiga orang yang keluar
dalam sebuah perjalanan, maka hendaknya mereka menunjuk salah satu dari mereka
menjadi amir (pemimpin) ”.(HR.Abu Dawud)
4. Larangan
Membawa Anjing dan Lonceng Saat Perjalanan
“Malaikat tidak mau menemani
rombongan yang di dalamnya terdapat anjing dan lonceng”. (HR.Muslim)
“Lonceng adalah seruling setan”.
(HR.Muslim)
5. Larangan
Bepergian Tanpa Mahram Bagi Wanita
“Janganlah sekali-kali seorang
lelaki bersama dengan seorang wanita di tempat yang sepi. Dan janganlah sekali-kali
seorang wanita pergi sendirian tanpa mahramnya. Kemudian ada seorang laki-laki
berdiri seraya berkata ‘Ya Rasulullah, aku sudah mendapat tugas dalam berperang
begini dan begini, sementara istriku pergi haji’. Beliau lantas bersabda.
‘Berangkatlah pergi haji bersama istrimu”.(HR.Al-Bukhari)
6. Anjuran
Bepergian Pada Hari Kamis Pagi
“Bahwasannya Nabi keluar pada hari
Kamis pada perang tabuk dan memang beliau dahulu suka keluar pada hari
Kamis”.(HR.Al-Bukhari)
·
Bepergian pada hari Jum’at sebenarnya
boleh namun bagi yang berkewajiban menunaikan solat jumat tidak diperbolehkan
pergi. Yang ditakutkan jika menggunakan kendaraan (bis/kereta/dll) pengemudi
lupa dengan solat jumatnya
7. Doa
dan Dzikir Bagi Orang yang Bepergian
“Ada tiga macam doa yang
mustajabyang tidak ada keraguan tentang hal itu yaitu doanya orang tua, doa
musafir dan doa orang terdzholimi.
a. Berdoa
ketika naik kendaraan
Dengan
membaca basmalah, dan Alhamdulillah ketika sudah menaikinya
b. Berdoa
ketika berangkat dan pulang
c. Berdoa
ketika meniti jaln yang terjal dan turun dari lembah
d. Berdoa
ketika memasuki desa atau sejenisnya
e. Berdoa
pada penghujung malam bagi musafir
8. Solat
Sunnah di Dalam Perjalanan
Disunnahkan mengerjakan solat
sunnah dan witir dalam perjalanan dan tidak harus menghadap kiblat namun tidak
untuk solat fardhu karena bisa di jama’
“Adalah Rasulullah mengerjakan
solat sunnah di dalamm perjalanan di atas kendaraannya sesuai dengan arah
perjalanannya. Beliau member isyarat dengan kepala, beliau mengerjakan solat
malam kecuali solat wajib. Dan beliau juga mengerjakan solat witir di atas
kendaraannya”.(HR.Al-Bukhari)
9. Berdoa
Ketika Singgah di Tempat Peristirahatan
“Barangsiapa singgah di suatu
tempat, kemudia membaca,’aku berlindung kepada kalimat0kalimat Allah yang
sempurna dari kejahatan apa-apa yang Dia ciptakan’, niscaya dia tidak akan
diganggu oleh sesuatu pun sampai dia meninggalkan tempat persinggahannya itu”.
(HR. Muslim)
10. Anjuran
Berjamaah Ketika Singgah dan Ketika Makan
Lebih baik berpatungan dan
dikumpulkan pada seorang karena lebih berkah dan hemat.
“Semula
ketika orang-orang singgah di suatu tempat mereka berpisah-pisah di beberapa
ngarai dan lembah. Kemudian Rasulullah bersabda,’ika kalian berpisah-pisah di
beberapa ngarai-ngarai danj lembah-lembah ini maka sesungguhnya hal itu dari
setan’. Setelah itu setiap kali mereka singgah di suatu tempat maka mereka
saling berhimpitan. Sehingga bisa dikatakan seandainya mereka diselimuti dengan
sehelai kain, niscaya selimut ituakan mengenai mereka semua”.(HR.Abu Dawud)
11. Tidur
di Perjalanan
“Bahwasannya ketika Rasulullah
kembali dari perang khaibar beliau mengadakan perjalanan pada malam hari.
Sampai ketika beliau merasa sangat mengantuk, maka beliau pun beristirahat san
bersabda kepada Bilal ,’Berjagalah untuk kami malam ini”.(HR. Muslim)
12. Anjuran
Segera Pulang Setelah Menyelesaikan Urusan dan Tidak Berlama-lama
“Bepergian adalah sepotong adzab,
ia menahan salah seorang diantara kamudari makan, minum dan tidurnya. Apabila
dia telah menyelesaikan urusannya, maka hendaknya ia segera kembali ke (rumah)
keluarganya”.(HR. Al-Bukhari)
13. Larangan
Pulang ke Rumah Keluarga pada Malam Hari
“Rasulullah melarang seseorang
mendatangi keluarganya secara tiba-tiba di malam hari seraya menganggap mereka
berkhianat atau mencari-cari kesalahan mereka”.(HR.Muslim)
Maksudnya tidak memberi kabar
sebelumnya kepada orang rumah bahwa dia akan pulang, sehingga menggagu orang
rumah pada waktu pulang malam hari.
Sedangkan pulangnya suami kepada
istri dimaksudnya harus member kabar dahulu kalau tidak istri tidak bisa
bersiap-siap (berdandan yang rapi) waktu suami pulang.
14. Anjuran
Melaksanakan Solat Sunnah Dua Rakaat di Masjid Ketika Pulang
“Bahwasannya Nabi dahulu ketika
dating dari bepergian pada waktu dhuha, beliau masuk ke masjid lalu
melaksanakan solat dua rakaat sebelum duduk”.(HR.Al-Bukhari)
Yang dimaksud solat
sbelum duduk bukan solat sunnah tahiyatul masjid.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar