“Akhwat mempunyai
kekhasan tersendiri, oleh karena itu perlu peran serta lingkup yang luas dari
pengelolaan muslimah”. Memang
setelah mengamati langsung selama 3 tahun di kampus, muslimah mempunyai
keunikan tersendiri dalam lingkup dakwah kampus ini.
Managerial
Peran strategis
pertama adalah me-manage atau
mengatur dan memimpin para muslimah dalam sebuah departemen atau kepanitiaan.
Mengkoordinir muslimah, begitulah peran pertamanya. Bagaimana seorang korwat
bisa mengetahui dengan dalam setiap individu muslimah dalam tim serta
membimbing mereka agar produktifitas dakwah berjalan. Biasanya dalam kondisi
butuh keputusan mendesak, dibuat dua forum dalam sebuah tim, dibagi berdasarkan
gender. Dan korwat lah yang memimpin para muslimah ini. Ia pula yang diharapkan
dapat sebagai tempat curhat bagi para muslimah yang berada dalam tim, ia
yang selalu memberi motivasi dan memberi ucapan selamat atas keberhasilan
kepada para muslimah.
Upgrading
Meningkatkan
kapasitas internal setiap anggota tim yang muslimah. Korwat berperan sebagai
guru yang memberikan pengetahuan , pengalaman dan saran agar para muslimah
dapat menjalankan beban dakwah yang ada dengan baik. Peningkatan kemampuan
internal ini adalah bagian dari kaderisasi departemen yang memang harus
dilakukan. Harapannya dalam kaderisasi ini seorang korwat dapat membentuk calon
penggantinya di kemudian hari.
Controlling
Memantau
kesehatan dan kebahagiaan kader muslimah dalam menjalankan amanah dakwah.
Kesehatan yang dimaksud terkait dua hal, kesehatan fisik yang dipengaruhi oleh
asupan gizi, lama waktu istirahat dan olahraga yang dijalankan. Serta kesehatan
ruhiyah yang dipengaruhi oleh ibadah yang dilakukan,
kepahaman, dan kedekatan kepada Allah. Serta tingkat kebahagiaan atau enjoyment dari kader dalam menjalankan
agenda dakwah. Oleh karena itu seorang korwat diharapkan dapat memantau kader
muslimah dari sisi ini, dan memberikan treatment
khusus jika ada masalah atau kendala pada kader.
Penampung Aspirasi
Muslimah
mempunyai taste and reference tersendiri
dalam berpikir dan mengambil keputusan. Oleh karena itu seorang korwat dituntut
untuk dapat memancing aspirasi yang ada diantara para kader muslimah dan
menampungnya dan menyampaikannya ke kepala departemen atau untuk dibahas di
rapat. Selain itu diharapkan seorang korwat dapat menyelesaikan masalah
internal muslimah dengan segera. Termasuk pula menampung dan menindaklanjuti
aspirasi kader pria terhadap kader perempuan.
Komunikasi Dengan Kader Pria
Fungsi
komunikasi seperti melanjutkan pesan dari kepala departemen terkait rapat dan
sebagainya, dan menyampaikan usul-usul dari muslimah yang mungkin sulit untuk
mengungkapkan pemikirannya. Dalam sebuah rapat, selalu memperhatikan posisi
duduk seorang korwat selalu yang paling dekat dengan pria. Ini seperti
“penjaga” dari para muslimah dan “pemimpin” dalam sebuah rapat.
Memimpin eksekusi agenda khusus muslimah
Sebagai contoh
dalam departemen kaderisasi, dimana terdapat kaderisasi khusus muslimah.
Seorang korwatlah yang akan memimpin rapat, eksekusi dan lain-lainnya. Atau
dalam persiapan sebuah acara dimana, kader muslimah diminta untuk mengerjakan bagian
tertentu bersama, maka seorang korwat
yang mengkoordinir dan sebagai penanggungjawab tugas tersebut
Penyeimbang dan back
up kepala departemen
Bisa dikatakan
secara informal seorang korwat adalah wakil ketua departemen dimana ia
pengambil kebijakan tertinggi kedua setelah kepala departemen. Selain itu
korwat diharapkan mampu memotivasi staff muslim untuk memimpin rapat untuk
pengambilan kebijakan jika seorang kepala departemen sedang berhalangan atau
bermasalah. Korwat diharapkan juga dapat sebagai penyejuk departemen yang
mungkin terlalu dikejar deadline dan
rasionalisasi seorang pria. Ia diharapkan dapat sebagai penasehat moril
departemen. Peran korwat dalam memberikan motivasi secara khusus kepada kepala
departemen untuk memastikan bahwa roda departemen tetap berjalan. Dengan tetap
menjaga batasan syariah, seorang korwat dapat menjadi teman diskusi dan
berpikir seorang kepala departemen terkait permasalahan di departemennya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar