HIKMAH TIDAK BOLEH MENIUP MAKANAN
Makanan dan minuman bagi seorang
muslim adalah sarana untuk menjaga kesehatan dan agar terus kuat beribadah
kepada Allah dan menjalankan rutinitas kesehatiannya. Karena itulah mereka
selalu berusaha untuk menjaga makanannya agar selalu sehat dan halal, halal
dari cara mendapatkannya, jenisnya dan adab-adabnya dalam makan.
Bagi seorang muslim makan dan minum
tidak sebatas untuk memuaskan nafsu belaka, karena mereka makan dan minum
disaat lapar dan haus saja. Hal ini seperti riwayat “Kita
(kaum muslimin) adalah kaum yang hanya makan bila lapar dan berhenti makan
sebelum kenyang.”
Dari sini, maka seorang muslim dalam
makan dan minumnya senantiasa memperhatikan adab Islam yang telah dicontohkan
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam agar bernilai ibadah. Dan di antara adabnya
adalah tidak bernafas dan meniup minuman. Dari Ibnu Abbas, “Sesungguhnya Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam melarang untuk bernafas atau meniup wadah air
minum.” (HR. Al-Tirmidzi)
Dalam Syarah Shahih Muslim, Imam
Nawawi mengatakan, “Larangan bernafas dalam wadah air minum adalah termasuk
etika karena dikhawatirkan hal tersebut mengotori air minum atau menimbulkan
bau yang tidak enak atau dikhawatirkan ada sesuatu dari mulut dan hidung yang
jatuh ke dalamnya dan hal-hal semacam itu.”
Apa Hikmahnya?
Namun yang jelas bahwa setiap yang
disyariatkan dan dituntunkan oleh Islam pasti mendatangkan kebaikan dan setiap
yang dilarangnya pasti mendatangkan madharat. Dan apabila seorang muslim
mengetahui hikmah dari sebuah syariat, maka dia akan semakin mantap dalam
mengamalkannya. Dan apabila belum mampu menyingkapnya, maka keterangan dari
Al-Qur’an dan Sunnah sudah mencukupi.
Di antara hikmah larangan meniup
minuman yang masih panas adalah karena struktur molekul dalam air akan berubah
menjadi zat asam yang membahayakan kesehatan.
Sebagaimana yang diketahui, air
memiliki nama ilmiah H20. ini berarti di dalam air terdapat 2 buah atom
hidrogen dan satu buah atom oksigen yang mana 2 atom hidrogen tersebut terikat
dalam satu buah atom oksigen. Dan apabila kita hembus napas pada minuman, kita
akan mengeluarkan karbon dioksida (CO2).
Dan apabila karbon dioksida (CO2)
bercampur dengan air (H20), akan menjadi senyawa asam karbonat (H2CO3). Zat
asam inilah yang berbahaya bila masuk kedalam tubuh kita.
Senyawa H2CO3 adalah senyawa asam
yang lemah sehingga efek terhadap tubuh memang kurang berpengaruh tapi ada
baiknya kalau kita mengurangi masuknya zat asam kedalam tubuh kita karena dapat
membahayakan kesehatan.
Dari sini juga semakin jelas hikmah
dari larangan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam agar ketika minum seteguk
demi seteguk, jangan langsung satu gelas sambil bernapas di dalam gelas. Hal
ini karena ketika kita minum langsung banyak, maka ada kemungkinan kita akan
bernapas di dalam gelas, yang akan menyebabkan reaksi kimia seperti di atas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar