LANGKAH MENJADI PEMIMPIN
Seorang calon
pemimpin yang kharismatik tentu harus memulai karier kepemimpinannya dengan
belajar memimpin. Sederhananya syarat menjadi pemimpin ada tiga yaitu rendah
hati dan jujur, cerdas akal serta memiliki keberanian.
Dalam kenyataannya, pemimpin diharap
untuk menggalang dukungan sebab seorang pemimpin tidak ada artinya tanpa
kerjasama dan dukungan dari pendukungnya. Kelompok pendukung itulah yang
membuatnya menjadi pemimpin yang sebenarnya. Oleh karena itu diperlukan dukungan
yang efektif dan efisien.
Dukungan terbaik adalah yang
diperoleh secara terbuka dan penuh kesadaran, tanpa paksaan atau tipu muslihat.
Jika tujuan dan motif positif yang dikembangkan dan dimanfaatkan sesuai dengan
tujuan, maka akan diperoleh apa yang dicita-citakannya.
Beberapa
contoh sikap menjadi pemimpin yang lebih baik :
1.
Tidak menyampaikan
perintah dengan nada seorang penguasa
Kebanyakan
orang tidak suka diperlakukan sebagai bawahan, pun orang tidak suka dipimpin
atau dikuasai oleh seorang yang arogan. Orang tidak suka diperlakukan tidak
senonoh seperti perlakuan seorang pemimpin yang otoriter kepada bawahannya.
Seharusnya
dibiasakan menyampaikan perintah seperti menyampaikan sebuah permintaan atau
sebagai keputusan bersama. Dengan sikap seperti itu orang akan menerima
perintah dengan sungguh-sungguh.
Tidak
ada yang menyamai rendahnya perasaan ketika seorang harus tunduk kepada sebuah
ultimatum. Setiap dukungan yang diperoleh dari ultimatum bisa dipastikan
berangkat dari keterpaksaan dan perasaan tidak rela.
2.
Menggunakan teknik
“kita”
Seorang
pemimpin yang baik akan lebih menyukai kata “kita” daripada “Anda” untuk
memberikan perintah. Dengan menggatikan kata “kita” permintaan kerjasama yang
dilakukan dengan orang lain akan lebih efektif karena merasa adanya kepentingan
bersama.
3.
Variasi penggunaan
teknik
Menyampaikan
perintah dengan pertanyaan misalnya saja “Apakah menurut Anda kita harus
melakukan sesuatu untuk melakukan perubahan?” atau “Bagaimana kalau kita
melakukan sesuatu yang lebih?”. Pertanyaan seperti ini memerlukan keputusan.
Orang lain merasa orang yang memberi tugas menghargainya karena menanyakan
pendapatnya sehingga pekerjaan akan terselesaikan dengan baik.
4.
Belajar mendelegasikan
wewenang
Pemimpin
yang tidak bisa mendelegasikan pekerjaan akan menghabiskan banyak waktu untuk
bekerja meski tugas paling mudah sekalipun. Pemimpin yang baik adalah pemimpin
yang berusaha mendelegasikan pekerjaan dengan baik, mempercayai bawahannya atau
anak buahnya dengan sepenuh hati
5.
Belajar memuji orang
lain
Kebanyakan
orang akan senang bila mendapat pujian. Meskipun sudah mendapat uang lembur dan
sejenisnya orang lain akan merasa tersanjung bila pemimpin menghargai
pekerjaannya.
6.
Menyelesaikan masalah
dengan cepat
Jangan
membiarkan situasi yang buruk akan menjadi lebih kritis
karena bila dibiarkan yang menjadi korban pertama adalah pemimpin. Sebagai
seorang pemimpin dituntut untuk bersikap terbuka. Apapun kekurangannya harus
siap mendapat kritikan dari bawahan bahkan harus siap melayani berbagai dialog
dari bawahannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar