Engkau akan melihat orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, betapa cahaya mereka bersinar di depan dan di samping kanan mereka. dan dikatakan kepada mereka " Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya". Demikian itulah kemenangan yang agung. (Al-Hadid : 12)

Selasa, 29 Januari 2013

Pantun AGAMA

Siapa yang mau menutup pintu
Maka angin tidak masuk
Siapa solat tepat waktu
Maka kebaikan hanya untukmu

Kalau ada air comberan
Siap-siap untuk melangkah
Tidak baik berpacaran
Lebih baik langsung nikah

Jika orang lain berbuat sinis
Tetaplah diajak bermain
Walaupun sudah jadi aktivis
Tidak lupa birrul walidain

Jika tinggal di rumah yang mewah
Jangan sampai tiap hari bolos sekolah
Kalaupun sibuk dengan kuliah
Jangan lupa tiap minggu datang halaqoh

Pergi ke pasar jalan kaki
Bisa juga naik sepeda
Jika ada tambahan rizki
Jangan lupa sedekah

Jumat, 25 Januari 2013

Mengoptimalkan Potensi Diri




Kalau daya akal diibaratkan kemampuan berenang, maka pada saat ombak dan gelombang membahana, yang pandai berenang dan yang tidak bisa berenang tidak ada bedanya. Ketika itu yang dibutuhkan keduanya adalah pelampung yang ampuh.
Manusia adalah makhluk yang tidak pernah lepas dari godaan untuk memenuhi panggilan syahwat, perut, seks, ambisi. Godaan dalam diri tadi bila gagal merayu disalah satu bidang maka akan merayu dibidang lain karena tujuannya menjerumuskan manusia.
Meski demikian, setiap orang selalu dibekali kemapuan dan potensi yang ada pada dirinya sendiri. manisia harus berusaha menggali dan menggali kemampuan dan potensi dirinya sendiri yang dimiliki sejak lahir.
Manusia mempunyai tiga dimensi yaitu dimensi fisik, dimensi emosional dan dimensi spiritual. Dimensi manusia dikaitkan dengan dimensi kecerdasan ESQ yang meliputi IQ, EQ dan SQ. Selain itu dimensi juga dikaitkan dengan dimensi agama atau spiritual.
Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang terindah sehingga Allah memberikan potensi (fisik, emosi dan spiritual) kepada manusia agar manusia dapat melakukan sesuatu yang terindah dan terbaik.
Orang-orang yang sukses biasanya memiliki rasa percaya diri yang yang kokoh, sehingga hal itu bisa mendorong meraih kesuksesan. Mereka memiliki rasa percaya diri yang hebat karena didorong oleh keyakinan memiliki potensi diri yang hebat pula sebagai karunia Allah. Dengan demikian, hal tersebut merupakan cermin dari citra diri yang positif. Begitulah agar seseorang memiliki rasa percaya diri yang mantap, mau tidak mau harus memperhatikan, mencintai diri sendiri dan lebih mengenali potensi diri. Dn dituntut agar memperlakukan dirinya secara baik dan bijaksana.
Rasa percaya diri seseorang apabila dipupuk terus-menerus akan menjadi sumber keberhasilan seseorang. Bahkan ia akan mendapat keberhasilan lebih banyak lagi. Sebaliknya jika seseorang telah kehilangan kepercayaan dirinya maka ia akan mengalami kegagalan yang tiada henti-hentinya.
Ada banyak contoh orang yang memiliki kelemahan namun juga memiliki kelebihan di bidang lain. Misalnya Albert Einstein yang dianggap bodah dan senantiasa masuk dalam khayalannya yang tidak masuk akal, sehingga dia dikelurkan dari sekolah. Namun sekarang dia menjadi tokoh terkenal dan menjadi tokoh favorit karena kegeniusannya setelah menemukan hukum Relativitas . Begitu juga dengan Beethoven dia menciptakan karya-karya terkenalnya pada saat mengalami kebutaan.
 


Rabu, 23 Januari 2013

Dibalik Keindahan Demokrasi




Negara demokrasi merupakan negara yang bebas. Orang-orang di dalamnya pun bebas, bebas melakukan sesuatu dan mempunyai hak untuk dirinya sendiri. Sedangkan nilai utama dari demokrasi sendiri adalah kebebasan. Kalau saja bisa digambarkan Negara ini mempunyai banyak lukisan abstrak yang berhasil dilukis oleh seniman namun hanya orang-orang tertentu sajalah yang mampu memahami dari lukisan abstrak tersebut, sedangkan orang yang tidak menikmati dan tidak mengerti tentang lukisan abstrak dilarang mempertanyakan makna dari lukisan tersebut. Itulah penggambaran dari demokrasi. Demokrasi hanya memfasilitasi munculnya lukisan abstrak tersebut yang merupakan pilihan hidup namun kemudian dilarang untuk mempertanyakan apa makna yang terkandung dari lukisan yang tak berbentuk tersebut.
Individu dalam masyarakat demokrasi disamaratakan, mereka sama-sama mempunyai hak, kebebasan berfikir, berekspresi, memilih jalan hidup sendiri dan masih banyak kebebasan yang diberikan negara demokrasi kepada masyarakatnya. Mereka juga bebas dari rasa takut dan tekanan. Kebebasan hanya dibatasi oleh kebebasan yang sama.
Fungsi  negara demokrasi  hanya memfasilitasi masyarakatnya untuk hidup damai, berdampingan dan supaya tidak terpecah-belah. Sedangkan tugas negara demokrasi adalah melindungi setiap warganya untuk hidup menurut cara mereka sendiri. Dasar yang dipakai pun merupakan kesepakanan bersama karena kebebasan tadi, sehingga banyak yang menyebut konstitusi, hukum atau undang-undang.
Semua orang menikmati demokrasi ini. Para kapitalis menikmati demokrasi karena di sinilah payung politiknya melebar sehingga memberikan akses ke semua sudut pasar potensial. Para buruh juga menikmati demokrasi karena di negara inilah mereka mempunyai kebebasan dan perlindungan dalam bekerja karena dipayungi oleh politik. Bahkan kelompok minoritas pun sangat menikmati demokrasi, secara kasarnya para penyimpang mereka memiliki hak untuk hidup dan terlindungi di negara demokrasi ini. Jadi semua menikmati demokrasi.
Dakwah pun menikmati demokrasi karena dai dengan bebas berdakwah dan menemukan objek dakwah dengan mudahnya. Mereka tidak perlu lagi secara sembunyi-sembunyi untuk menyampaikan risalah dakwahnya seperti pada masa otoritarianisme dan kediktatoran kepada objek dakwah, mereka sekarang bebas dan terlindungi
Namun semua kenikmatan ini ada harganya. Bagi dai memang mereka bebas berdakwah, tapi juga harus diingat kelompok minoritas atau para pelaku penyimpangan juga diberikan kebebasn dan mereka terlindungi . Hukum legalitaslah yang berlaku disini bukan hukum benar-salah. Tidak ada hukum benar-salah berlaku dinegara demokrasi. Sesuatu itu harus legal walaupun salah, sesuatu yang benar namun tidak legal itu sama saja salah. Seperti itulah cara main negara demokrasi. Dan itulah sifat negara demokrasi bebas dan tidak mengikat, namun kebenaran harus dilegalkan disini agar kemungkaran yang legal bisa terkalahkan. Bukankah kejahatan yang tersusun rapi  akan menang dibandingkan kebaikan yang tidak teratur, maka disini kebenaran haruslah tersusun lebih rapi.
Dakwah harus bekerja di negara demokrasi ini. Boleh kita menikmati demokrasi namun ada cara tersendiri untuk mematikan kemungkaran dan melakukan penetrasi kekuassaan. Inilah seni dakwah dalam berpolitik. 
 

Senin, 21 Januari 2013

 
Sebagaimana layaknya prajurit yang akan berperang, dimana amunisi menjadi bekal cukup penting selain pemahaman tentang strategi perang dan juga motivasi berperang. Aktivis dakwah kampus juga sudah semestinya memiliki hal serupa. Ia harus punya amunisi; ia harus punya pemahaman akan strategi perang; ia juga mesti memiliki motivasi yang tinggi.

Kalau amunisi yang harus dipersiapkan oleh prajurit adalah peluru maka bagi aktivis dakwah amunisi yang dimaksud adalah pemikiran. Kalau pemahaman mengenai strategi perang yang harus dipunyai seorang prajurit, maka kecakapan dalam hal manajerial merupakan bekal yang juga harus dimiliki oleh aktivis dakwah.
Sementara itu, sebagaimana halnya seorang prajurit memiliki motivasi yang tinggi demikian pulalah dengan aktivis dakwah. Ia tak boleh kekurangan motivasi. Tak boleh juga motivasinya surut. Secara garis besar, inilah tiga bekal utama yang harus dimiliki oleh aktivis dakwah kampus. Yang sebenarnya ketiga hal ini juga mestinya dimiliki oleh aktivis dakwah manapun yang bergerak dalam skup apapun. Bisa kita sebut ketiga hal itu sekali lagi:

1-    Pemikiran yang kuat
2-    Kemampuan manajerial
3-    Kepercayaan diri yang tinggi

Pemikiran

Dakwah adalah pekerjaan menyeru. Maka materi atau substansi seruan harus mengandung deskripsi tentang ke arah mana obyek dakwah diseru dan alasannya kenapa obyek dakwah diseru? Contohnya, karena alasan si obyek dakwahnya tidak sholat maka diberikan pemahaman dan pengertian tentang hukum sholat, pentingnya sholat, manfaat dan hikmah sholat, serta kerugian ketika sholat ditinggalkan.

Contoh lainnya adalah tentang jilbab. Karena obyek dakwahnya tidak berjilbab maka harus diberikan gambaran tentang bentuk jilbab itu seperti apa, kenapa harus seperti itu, apa hikmahnya, dan apa kerugiannya jika tidak menggunakan jilbab.

Dalam mengusung mega proyek dakwah ke arah perubahan masyarakat dalam skup kampus maka seluruh obyek dakwah perlu diberikan deskripsi tentang format bangunan masyarakat yang dituju, tentang kelirunya kehidupan masyarakat sekarang, apa kerugiannya jika model masyarakat sekarang dipertahankan, apa kelebihannya model masyarakat yang dituju, dst.

Semua kerja seperti di atas merupakan kerja pemikiran. Oleh karena itu, terkait dengan pemikiran ini, setiap aktivis dakwah harus memiliki kapasitas seperti berikut:
•    Pemikiran itu harus ADA
•    Pemikiran itu harus Deskriptif
•    Pemikiran itu  harus Argumentatif
•    Pemikiran itu harus Solutif

Dengan demikian, seorang aktivis dakwah kampus tidak hanya berbekal suara keras. Tapi  ia juga punya konsep pemikiran. Bukan sembarang pemikiran. Ia sanggup memberikan deskripsi yang utuh dan komprehensif tentang pemikiran yang diusungnya. Apabila ada yang mendebatnya ia siap untuk mempertahankan argumentasinya. Dan ia yakin sepenuh hati bahwa pemikiran yang dibawanya itulah satu-satunya harapan bagi masyarakat untuk keluar dari berbagai permasalahannya.

Manajerial
Dalam kesempatan lainnya nanti akan diuraikan lebih rinci tentang manajemen dari segala aspeknya. Yang jelas, topik tentang manajemen ini masih menjadi satu topik yang dianggap dan dirasa rumit bagi banyak aktivis dakwah. Bahkan oleh aktivis mahasiswa secara umum. Padahal sebenarnya cukup sederhana sekali. Karena manajemen adalah suatu kerja yang hanya berhubungan dengan dua hal: POTENSI dan SINERGI.

Setiap orang pasti punya potensi. Maka setiap aktivis dakwah harus bisa segera menyadari apa potensi yang dimilikinya. Sekecil apapun itu. Dan ia juga harus dapat memahami serta mendeteksi potensi rekannya dalam satu team. Potensi dari dirinya itulah yang dia optimalkan untuk keperluan dakwah. Allah SWT telah mewajibkan dakwah. Maka setiap orang pasti memiliki potensi apapun yang bisa digunakan untuk dakwah. Inilah pekerjaan manajemen yang pertama. Dengan kata lain, pekerjaan seorang berkarakter manajer adalah menggali, menemukan, dan mengembangkan potensi. Baik potensi dirinya maupun potensi orang lain.

Kerja manajemen yang kedua adalah Sinergi. Sehebat apapun seseorang, maka ia tak dapat berbuat banyak tanpa adanya team yang ada di belakangnya atau menyertainya. Kalau sudah bicara team, maka otomatis harus ada upaya untuk memadukan seluruh anggota team itu. Inilah yang dimaksud dengan sinergi, yakni menghubungkan antara satu potensi dengan potensi lain. Sehingga suatu team memilki kapasitas yang cukup lengkap dikarenakan beranekaragamnya potensi dari seluruh anggota team.

Kalau tidak ada orang yang seperti Umar bin Khaththab dalam sebuah team, maka team itu harus berusaha membangun suatu sinergi hingga menjadi team dengan kapasitas seperti Umar bin Khaththab. Artinya, Umar bin Khaththab yang terdiri dari banyak person.

Percaya Diri
Kalau aktivis dakwah merasa memiliki pemikiran yang brilian dan mumpuni, maka tentu tidak mudah untuk membangun motivasi dan kepercayadirian. Kalau banyak pembela kebathilan saja dengan begitu percaya dirinya mereka menampilkan diri dan agenda mereka, maka kenapa aktivis dakwah tidak. Selain adanya kejelasan pemikiran, juga ditambah dengan iming-iming berupa kemuliaan di sisi Allah bagi pengemban dakwah. Ini saja sudah cukup untuk membangun motivasi dengan rasa percaya diri.

Memang benar, merawat motivasi dan percaya diri itu cukup sulit. Maka setiap aktivis dakwah harus selalu berdoa kepada Allah SWT agar selalu dianugerahkan seorang yang bisa menjaga aura semangat dalam sebuah team. Kalau tidak ada seorangpun dari anggota team itu yang mempunyai semangat yang stabil apalagi grafiknya terus meningkat, maka setidaknya selalu ada anggota team yang secara bergantian memiliki motivasi.

Ada satu tips yang bagus untuk dipraktekkan, yaitu membiasakan saling menasehati diantara sesama aktivis. Konkritnya, jika ada satu orang sedang semangat, maka ia harus segera melontarkan pesan-pesan motivasi kepada teman-temannya yang lain. Baik formal maupun informal, baik lewat tulisan maupun lewat lisan, lewat SMS atau lewat pamflet singkat yang ditulis di mading.

Dan yang perlu diingat, ketika ada seorang aktivis dakwah yang sedang menurun semangatnya, kemudian datang aktivis lain yang mengatakan keluhannya yang sedang tidak semangat, maka ia tidak boleh sekali-kali mengatakan “wah, saya juga lagi tidak semangat nih”. Sehingga forum diskusi itu menjadi forum probleming problem, respon yang diberikan malah menjadikan problem kian menjadi jadi.

Secara teknis lain, setiap aktivis, meskipun sedang down semangatnya, maka saat kirim SMS perlu tetap dimulai atau diakhiri dengan pesan-pesan motivasi. Seperti “Aslm. Keringat Aktivis adalah Wangi Suurga. Ikhwan sekalian, besok ada acara….dst”. atau seperti ini “Aslm. Jangan lupa acara besok….dst. Deru Dakwah Terus Menggebu”. 

Ikhwan FORKALAM