Kalau
daya akal diibaratkan kemampuan berenang, maka pada saat ombak dan gelombang
membahana, yang pandai berenang dan yang tidak bisa berenang tidak ada bedanya.
Ketika itu yang dibutuhkan keduanya adalah pelampung yang ampuh.
Manusia
adalah makhluk yang tidak pernah lepas dari godaan untuk memenuhi panggilan
syahwat, perut, seks, ambisi. Godaan dalam diri tadi bila gagal merayu disalah satu
bidang maka akan merayu dibidang lain karena tujuannya menjerumuskan manusia.
Meski
demikian, setiap orang selalu dibekali kemapuan dan potensi yang ada pada
dirinya sendiri. manisia harus berusaha menggali dan menggali kemampuan dan
potensi dirinya sendiri yang dimiliki sejak lahir.
Manusia
mempunyai tiga dimensi yaitu dimensi fisik, dimensi emosional dan dimensi
spiritual. Dimensi manusia dikaitkan dengan dimensi kecerdasan ESQ yang
meliputi IQ, EQ dan SQ. Selain itu dimensi juga dikaitkan dengan dimensi agama atau
spiritual.
Manusia
adalah makhluk ciptaan Allah yang terindah sehingga Allah memberikan potensi
(fisik, emosi dan spiritual) kepada manusia agar manusia dapat melakukan
sesuatu yang terindah dan terbaik.
Orang-orang
yang sukses biasanya memiliki rasa percaya diri yang yang kokoh, sehingga hal
itu bisa mendorong meraih kesuksesan. Mereka memiliki rasa percaya diri yang
hebat karena didorong oleh keyakinan memiliki potensi diri yang hebat pula
sebagai karunia Allah. Dengan demikian, hal tersebut merupakan cermin dari
citra diri yang positif. Begitulah agar seseorang memiliki rasa percaya diri
yang mantap, mau tidak mau harus memperhatikan, mencintai diri sendiri dan
lebih mengenali potensi diri. Dn dituntut agar memperlakukan dirinya secara
baik dan bijaksana.
Rasa
percaya diri seseorang apabila dipupuk terus-menerus akan menjadi sumber
keberhasilan seseorang. Bahkan ia akan mendapat keberhasilan lebih banyak lagi.
Sebaliknya jika seseorang telah kehilangan kepercayaan dirinya maka ia akan
mengalami kegagalan yang tiada henti-hentinya.
Ada
banyak contoh orang yang memiliki kelemahan namun juga memiliki kelebihan di
bidang lain. Misalnya Albert Einstein yang dianggap bodah dan senantiasa masuk
dalam khayalannya yang tidak masuk akal, sehingga dia dikelurkan dari sekolah. Namun
sekarang dia menjadi tokoh terkenal dan menjadi tokoh favorit karena
kegeniusannya setelah menemukan hukum Relativitas . Begitu juga dengan
Beethoven dia menciptakan karya-karya terkenalnya pada saat mengalami kebutaan.