Engkau akan melihat orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, betapa cahaya mereka bersinar di depan dan di samping kanan mereka. dan dikatakan kepada mereka " Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya". Demikian itulah kemenangan yang agung. (Al-Hadid : 12)

Jumat, 25 Januari 2013

Mengoptimalkan Potensi Diri




Kalau daya akal diibaratkan kemampuan berenang, maka pada saat ombak dan gelombang membahana, yang pandai berenang dan yang tidak bisa berenang tidak ada bedanya. Ketika itu yang dibutuhkan keduanya adalah pelampung yang ampuh.
Manusia adalah makhluk yang tidak pernah lepas dari godaan untuk memenuhi panggilan syahwat, perut, seks, ambisi. Godaan dalam diri tadi bila gagal merayu disalah satu bidang maka akan merayu dibidang lain karena tujuannya menjerumuskan manusia.
Meski demikian, setiap orang selalu dibekali kemapuan dan potensi yang ada pada dirinya sendiri. manisia harus berusaha menggali dan menggali kemampuan dan potensi dirinya sendiri yang dimiliki sejak lahir.
Manusia mempunyai tiga dimensi yaitu dimensi fisik, dimensi emosional dan dimensi spiritual. Dimensi manusia dikaitkan dengan dimensi kecerdasan ESQ yang meliputi IQ, EQ dan SQ. Selain itu dimensi juga dikaitkan dengan dimensi agama atau spiritual.
Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang terindah sehingga Allah memberikan potensi (fisik, emosi dan spiritual) kepada manusia agar manusia dapat melakukan sesuatu yang terindah dan terbaik.
Orang-orang yang sukses biasanya memiliki rasa percaya diri yang yang kokoh, sehingga hal itu bisa mendorong meraih kesuksesan. Mereka memiliki rasa percaya diri yang hebat karena didorong oleh keyakinan memiliki potensi diri yang hebat pula sebagai karunia Allah. Dengan demikian, hal tersebut merupakan cermin dari citra diri yang positif. Begitulah agar seseorang memiliki rasa percaya diri yang mantap, mau tidak mau harus memperhatikan, mencintai diri sendiri dan lebih mengenali potensi diri. Dn dituntut agar memperlakukan dirinya secara baik dan bijaksana.
Rasa percaya diri seseorang apabila dipupuk terus-menerus akan menjadi sumber keberhasilan seseorang. Bahkan ia akan mendapat keberhasilan lebih banyak lagi. Sebaliknya jika seseorang telah kehilangan kepercayaan dirinya maka ia akan mengalami kegagalan yang tiada henti-hentinya.
Ada banyak contoh orang yang memiliki kelemahan namun juga memiliki kelebihan di bidang lain. Misalnya Albert Einstein yang dianggap bodah dan senantiasa masuk dalam khayalannya yang tidak masuk akal, sehingga dia dikelurkan dari sekolah. Namun sekarang dia menjadi tokoh terkenal dan menjadi tokoh favorit karena kegeniusannya setelah menemukan hukum Relativitas . Begitu juga dengan Beethoven dia menciptakan karya-karya terkenalnya pada saat mengalami kebutaan.
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar