Engkau akan melihat orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, betapa cahaya mereka bersinar di depan dan di samping kanan mereka. dan dikatakan kepada mereka " Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya". Demikian itulah kemenangan yang agung. (Al-Hadid : 12)

Rabu, 23 Januari 2013

Dibalik Keindahan Demokrasi




Negara demokrasi merupakan negara yang bebas. Orang-orang di dalamnya pun bebas, bebas melakukan sesuatu dan mempunyai hak untuk dirinya sendiri. Sedangkan nilai utama dari demokrasi sendiri adalah kebebasan. Kalau saja bisa digambarkan Negara ini mempunyai banyak lukisan abstrak yang berhasil dilukis oleh seniman namun hanya orang-orang tertentu sajalah yang mampu memahami dari lukisan abstrak tersebut, sedangkan orang yang tidak menikmati dan tidak mengerti tentang lukisan abstrak dilarang mempertanyakan makna dari lukisan tersebut. Itulah penggambaran dari demokrasi. Demokrasi hanya memfasilitasi munculnya lukisan abstrak tersebut yang merupakan pilihan hidup namun kemudian dilarang untuk mempertanyakan apa makna yang terkandung dari lukisan yang tak berbentuk tersebut.
Individu dalam masyarakat demokrasi disamaratakan, mereka sama-sama mempunyai hak, kebebasan berfikir, berekspresi, memilih jalan hidup sendiri dan masih banyak kebebasan yang diberikan negara demokrasi kepada masyarakatnya. Mereka juga bebas dari rasa takut dan tekanan. Kebebasan hanya dibatasi oleh kebebasan yang sama.
Fungsi  negara demokrasi  hanya memfasilitasi masyarakatnya untuk hidup damai, berdampingan dan supaya tidak terpecah-belah. Sedangkan tugas negara demokrasi adalah melindungi setiap warganya untuk hidup menurut cara mereka sendiri. Dasar yang dipakai pun merupakan kesepakanan bersama karena kebebasan tadi, sehingga banyak yang menyebut konstitusi, hukum atau undang-undang.
Semua orang menikmati demokrasi ini. Para kapitalis menikmati demokrasi karena di sinilah payung politiknya melebar sehingga memberikan akses ke semua sudut pasar potensial. Para buruh juga menikmati demokrasi karena di negara inilah mereka mempunyai kebebasan dan perlindungan dalam bekerja karena dipayungi oleh politik. Bahkan kelompok minoritas pun sangat menikmati demokrasi, secara kasarnya para penyimpang mereka memiliki hak untuk hidup dan terlindungi di negara demokrasi ini. Jadi semua menikmati demokrasi.
Dakwah pun menikmati demokrasi karena dai dengan bebas berdakwah dan menemukan objek dakwah dengan mudahnya. Mereka tidak perlu lagi secara sembunyi-sembunyi untuk menyampaikan risalah dakwahnya seperti pada masa otoritarianisme dan kediktatoran kepada objek dakwah, mereka sekarang bebas dan terlindungi
Namun semua kenikmatan ini ada harganya. Bagi dai memang mereka bebas berdakwah, tapi juga harus diingat kelompok minoritas atau para pelaku penyimpangan juga diberikan kebebasn dan mereka terlindungi . Hukum legalitaslah yang berlaku disini bukan hukum benar-salah. Tidak ada hukum benar-salah berlaku dinegara demokrasi. Sesuatu itu harus legal walaupun salah, sesuatu yang benar namun tidak legal itu sama saja salah. Seperti itulah cara main negara demokrasi. Dan itulah sifat negara demokrasi bebas dan tidak mengikat, namun kebenaran harus dilegalkan disini agar kemungkaran yang legal bisa terkalahkan. Bukankah kejahatan yang tersusun rapi  akan menang dibandingkan kebaikan yang tidak teratur, maka disini kebenaran haruslah tersusun lebih rapi.
Dakwah harus bekerja di negara demokrasi ini. Boleh kita menikmati demokrasi namun ada cara tersendiri untuk mematikan kemungkaran dan melakukan penetrasi kekuassaan. Inilah seni dakwah dalam berpolitik. 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar