Negara demokrasi
merupakan negara yang bebas. Orang-orang di dalamnya pun bebas, bebas melakukan
sesuatu dan mempunyai hak untuk dirinya sendiri. Sedangkan nilai utama dari
demokrasi sendiri adalah kebebasan. Kalau saja bisa digambarkan Negara ini
mempunyai banyak lukisan abstrak yang berhasil dilukis oleh seniman namun hanya
orang-orang tertentu sajalah yang mampu memahami dari lukisan abstrak tersebut,
sedangkan orang yang tidak menikmati dan tidak mengerti tentang lukisan abstrak
dilarang mempertanyakan makna dari lukisan tersebut. Itulah penggambaran dari
demokrasi. Demokrasi hanya memfasilitasi munculnya lukisan abstrak tersebut
yang merupakan pilihan hidup namun kemudian dilarang untuk mempertanyakan apa
makna yang terkandung dari lukisan yang tak berbentuk tersebut.
Individu dalam
masyarakat demokrasi disamaratakan, mereka sama-sama mempunyai hak, kebebasan
berfikir, berekspresi, memilih jalan hidup sendiri dan masih banyak kebebasan
yang diberikan negara demokrasi kepada masyarakatnya. Mereka juga bebas dari
rasa takut dan tekanan. Kebebasan hanya dibatasi oleh kebebasan yang sama.
Fungsi negara demokrasi hanya memfasilitasi masyarakatnya untuk hidup
damai, berdampingan dan supaya tidak terpecah-belah. Sedangkan tugas negara
demokrasi adalah melindungi setiap warganya untuk hidup menurut cara mereka
sendiri. Dasar yang dipakai pun merupakan kesepakanan bersama karena kebebasan
tadi, sehingga banyak yang menyebut konstitusi, hukum atau undang-undang.
Semua orang menikmati
demokrasi ini. Para kapitalis menikmati demokrasi karena di sinilah payung
politiknya melebar sehingga memberikan akses ke semua sudut pasar potensial.
Para buruh juga menikmati demokrasi karena di negara inilah mereka mempunyai
kebebasan dan perlindungan dalam bekerja karena dipayungi oleh politik. Bahkan
kelompok minoritas pun sangat menikmati demokrasi, secara kasarnya para
penyimpang mereka memiliki hak untuk hidup dan terlindungi di negara demokrasi
ini. Jadi semua menikmati demokrasi.
Dakwah pun menikmati
demokrasi karena dai dengan bebas berdakwah dan menemukan objek dakwah dengan
mudahnya. Mereka tidak perlu lagi secara sembunyi-sembunyi untuk menyampaikan
risalah dakwahnya seperti pada masa otoritarianisme dan kediktatoran kepada
objek dakwah, mereka sekarang bebas dan terlindungi
Namun semua kenikmatan
ini ada harganya. Bagi dai memang mereka bebas berdakwah, tapi juga harus
diingat kelompok minoritas atau para pelaku penyimpangan juga diberikan
kebebasn dan mereka terlindungi . Hukum legalitaslah yang berlaku disini bukan hukum
benar-salah. Tidak ada hukum benar-salah berlaku dinegara demokrasi. Sesuatu
itu harus legal walaupun salah, sesuatu yang benar namun tidak legal itu sama
saja salah. Seperti itulah cara main negara demokrasi. Dan itulah sifat negara
demokrasi bebas dan tidak mengikat, namun kebenaran harus dilegalkan disini
agar kemungkaran yang legal bisa terkalahkan. Bukankah kejahatan yang tersusun
rapi akan menang dibandingkan kebaikan
yang tidak teratur, maka disini kebenaran haruslah tersusun lebih rapi.
Dakwah harus bekerja di
negara demokrasi ini. Boleh kita menikmati demokrasi namun ada cara tersendiri
untuk mematikan kemungkaran dan melakukan penetrasi kekuassaan. Inilah seni
dakwah dalam berpolitik.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar