Dengungan ayat-ayat suci Al-Quran menambah
kesyahduan dan kekhusukan, meluncur dari lisan-lisan para insani yang
menginginkan nikmat-Nya. Kehangatan silaturahmi dan ukhuwah antar sesama sangat
melekat disetiap relung jiwa yang bertasbih. Setiap keyakinan yang dilandasi
iman yang kuat akan berbuah manis pada akhirnya. Mencoba meningkatkan kualitas
dalam diri setiap insan.
Sebuah perkumpulan atau majelis pekanan yang
terdiri dari beberapa orang yang saling mengkaji tentang islam sering disebut
mentoring. Pekanan karena biasanya dilakukan setiap pekan sekali. Mentoring
adalah nadi dari sebuah harakah islamiyah. Di dalam mentoring ada seorang guru
yang disebut mentor dan beberapa murid yang disebut mentee. Namun antara mentor
dan mentee tidak ada sekat seperti halnya guru kepada muridnya. Mereka belajar
bersama tentang ajaran islam dan mengamalkannya dalam kehidupan. Para mentee
berinteraksi secara intensif kepada mentor. Mentor sendiri memberikan bimbingan
yang terbaik untuk para menteenya. Mentoring haruslah bersifat dinamis dan
produktif agar harakah islamiyah dapat terus menggulirkan amal kejayaan islam.
Telah disebutkan juga dalam Surah al Mujaadillah
ayat 11 “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: Berlapang-lapanglah
dalam majelis, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.
Dan apabila dikatakan: Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan
meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi
ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu
kerjakan”. Begitu berartinya sebuah perkumpulan atau majelis yang mengatasnamakan
Allah SWT karena majelis adalah sarana terbaik menimba ilmu.
Dalam sebuah mentoring para mentee dan mentor
melakukan perjanjian tentang waktu dan tempat yang telah mereka sepakati.
Biasanya mentoring berisi tilawah yaitu membaca ayat suci Al-Quran dengan nada
yang indah dan merdu, hafalan surah-surah dalam Al-Quran biasanya diawali dari
jus 30, taujih yaitu penyampaian petuah, cerita, motivasi yang mengandung
keagamaan oleh mentee secara bergilir, materi dari mentor dan diakhiri dengan
diskusi atau tanya jawab.
Mentoring memang tidak masuk dalam kurikulum
perkuliahan meskipun mengambil mata kuliah keagamaan islam. Sehingga kebanyakan
dari mereka merasa mentoring tidak ada manfaatnya dan menyita waktu mereka
untuk melakukan hal-hal lain. Namun bagi mereka yang merasa perlu mendalami
agama menganggap mentoring adalah wadah untuk belajar dan menumpahkan ide dan kreatifitas
mereka.
Mentoring banyak manfaatnya terutama bagi
diri sendiri karena dengan adanya mentoring ruhaniyah akan terisi. Bukan hanya
jasmani saja yang perlu diisi namun ruhaniyah kita juga sangat perlu nutrisi yaitu
nutrisi iman. Kita bisa mengisi ulang iman kita dengan berkumpul dengan majelis
yang diridhoi Allah dan mempelajari serta mengamalkan ajaran agama. Selain
bermanfaat bagi diri sendiri mentoring juga bermanfaat bagi orang lain. Dengan
kita mendapat ilmu maka kita bisa menyalurkannya kepada orang lain.
Persaudaraan semakin erat karena seringnya mereka bertemu dan mengulas masalah
atau materi bersama. Mentoring tidak memandang dari segi kualitas tapi
kuantitas.
Banyak yang mempunyai persepsi “ Buat apa
ikut mentoring lebih baik belajar, mentoring hanya mengurangi waktu belajarmu”.
Namun tanggapan seperti itu sangatlah salah. Janganlah menjadi orang pintar
namun menjadilah orang cerdas. Orang pintar belum tentu cerdas sedangkan orang
cerdas pasti pintar. Orang cerdas tak harus banyak belajar dan menghafal namun
mereka cukup mengerti dan paham. Dan salah satu cara menjadi orang cerdas
adalah mengikuti mentoring. Otak mereka lebih terasah daripada yang tidak
mengikuti mentoring. Sudah dijelaskan dalam mentoring ada tilawah gunanya untuk
mengulang-ulang supaya bacaan benar dan lancar sehingga otak pun ikut bekerja, dengan
cara baca yang indah makan melatih tenggorokan untuk mengeluarkan suara-suara
yang merdu, juga terdapat hafalan
surah-surah dalam Al-Quran yang juga mempengaruhi kecerdasan otak. Taujih
adalah sarana belajar berani memberikan sedikit cerita untuk teman-teman yang
lain .Jadi mentor tidak mendominasi dalam penyampaian materi namun mentee juga
bisa bersikap kritis dan berani. Pemberian materi dan diskusi, tanya jawab akan
melatih kekreatifitasan untuk berfikir dan bersikap lebih kritis.
Telah diriwayatkan dari Abi Darda dia berkata :”Aku mendengar Rasulullah saw bersabda” :
“Barang siapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka mencari ilmu maka Allah
akan memudahkan baginya jalan menuju surga, dan sesungguhnya para malaikat
membentangkan sayapnya karena ridla (rela) terhadap orang yang mencari ilmu.
Sungguh mulia orang yang mencari ilmu bukan hanya mendapat bekal untuk dunianya
saja namun juga akhiratnya. Disamping mendapat pahala di sisi Allah SWT juga
mendapat prestasi karena otak sudah terasah.
Betapa banyaknya manfaat yang kita peroleh
dari mentoring. Jadi mentoring tidak menyita waktu untuk belajar dan meraih
prestasi akademik namun sebagai akar dari semua prestasi-prestasi karena otak,
ingatan, pikiran sudah terlatih. Mentoring sendiri sebagai wadah untuk
menumpahkan kreasi, ekspresi dan prestasi mahasiswa.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar