Engkau akan melihat orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, betapa cahaya mereka bersinar di depan dan di samping kanan mereka. dan dikatakan kepada mereka " Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya". Demikian itulah kemenangan yang agung. (Al-Hadid : 12)

Kamis, 17 Januari 2013

Mentoring akar dari Prestasi





Dengungan ayat-ayat suci Al-Quran menambah kesyahduan dan kekhusukan, meluncur dari lisan-lisan para insani yang menginginkan nikmat-Nya. Kehangatan silaturahmi dan ukhuwah antar sesama sangat melekat disetiap relung jiwa yang bertasbih. Setiap keyakinan yang dilandasi iman yang kuat akan berbuah manis pada akhirnya. Mencoba meningkatkan kualitas dalam diri setiap insan.
Sebuah perkumpulan atau majelis pekanan yang terdiri dari beberapa orang yang saling mengkaji tentang islam sering disebut mentoring. Pekanan karena biasanya dilakukan setiap pekan sekali. Mentoring adalah nadi dari sebuah harakah islamiyah. Di dalam mentoring ada seorang guru yang disebut mentor dan beberapa murid yang disebut mentee. Namun antara mentor dan mentee tidak ada sekat seperti halnya guru kepada muridnya. Mereka belajar bersama tentang ajaran islam dan mengamalkannya dalam kehidupan. Para mentee berinteraksi secara intensif kepada mentor. Mentor sendiri memberikan bimbingan yang terbaik untuk para menteenya. Mentoring haruslah bersifat dinamis dan produktif agar harakah islamiyah dapat terus menggulirkan amal kejayaan islam. Telah disebutkan juga dalam Surah al Mujaadillah ayat 11 “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: Berlapang-lapanglah dalam majelis, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Begitu berartinya sebuah perkumpulan atau majelis yang mengatasnamakan Allah SWT karena majelis adalah sarana terbaik menimba ilmu.
Dalam sebuah mentoring para mentee dan mentor melakukan perjanjian tentang waktu dan tempat yang telah mereka sepakati. Biasanya mentoring berisi tilawah yaitu membaca ayat suci Al-Quran dengan nada yang indah dan merdu, hafalan surah-surah dalam Al-Quran biasanya diawali dari jus 30, taujih yaitu penyampaian petuah, cerita, motivasi yang mengandung keagamaan oleh mentee secara bergilir, materi dari mentor dan diakhiri dengan diskusi atau tanya jawab.
Mentoring memang tidak masuk dalam kurikulum perkuliahan meskipun mengambil mata kuliah keagamaan islam. Sehingga kebanyakan dari mereka merasa mentoring tidak ada manfaatnya dan menyita waktu mereka untuk melakukan hal-hal lain. Namun bagi mereka yang merasa perlu mendalami agama menganggap mentoring adalah wadah untuk belajar dan menumpahkan ide dan kreatifitas mereka.
Mentoring banyak manfaatnya terutama bagi diri sendiri karena dengan adanya mentoring ruhaniyah akan terisi. Bukan hanya jasmani saja yang perlu diisi namun ruhaniyah kita juga sangat perlu nutrisi yaitu nutrisi iman. Kita bisa mengisi ulang iman kita dengan berkumpul dengan majelis yang diridhoi Allah dan mempelajari serta mengamalkan ajaran agama. Selain bermanfaat bagi diri sendiri mentoring juga bermanfaat bagi orang lain. Dengan kita mendapat ilmu maka kita bisa menyalurkannya kepada orang lain. Persaudaraan semakin erat karena seringnya mereka bertemu dan mengulas masalah atau materi bersama. Mentoring tidak memandang dari segi kualitas tapi kuantitas.
Banyak yang mempunyai persepsi “ Buat apa ikut mentoring lebih baik belajar, mentoring hanya mengurangi waktu belajarmu”. Namun tanggapan seperti itu sangatlah salah. Janganlah menjadi orang pintar namun menjadilah orang cerdas. Orang pintar belum tentu cerdas sedangkan orang cerdas pasti pintar. Orang cerdas tak harus banyak belajar dan menghafal namun mereka cukup mengerti dan paham. Dan salah satu cara menjadi orang cerdas adalah mengikuti mentoring. Otak mereka lebih terasah daripada yang tidak mengikuti mentoring. Sudah dijelaskan dalam mentoring ada tilawah gunanya untuk mengulang-ulang supaya bacaan benar dan lancar sehingga otak pun ikut bekerja, dengan cara baca yang indah makan melatih tenggorokan untuk mengeluarkan suara-suara yang merdu, juga terdapat  hafalan surah-surah dalam Al-Quran yang juga mempengaruhi kecerdasan otak. Taujih adalah sarana belajar berani memberikan sedikit cerita untuk teman-teman yang lain .Jadi mentor tidak mendominasi dalam penyampaian materi namun mentee juga bisa bersikap kritis dan berani. Pemberian materi dan diskusi, tanya jawab akan melatih kekreatifitasan untuk berfikir dan bersikap lebih kritis.
Telah diriwayatkan dari Abi Darda dia berkata :”Aku mendengar Rasulullah saw bersabda” : “Barang siapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga, dan sesungguhnya para malaikat membentangkan sayapnya karena ridla (rela) terhadap orang yang mencari ilmu. Sungguh mulia orang yang mencari ilmu bukan hanya mendapat bekal untuk dunianya saja namun juga akhiratnya. Disamping mendapat pahala di sisi Allah SWT juga mendapat prestasi karena otak sudah terasah.
Betapa banyaknya manfaat yang kita peroleh dari mentoring. Jadi mentoring tidak menyita waktu untuk belajar dan meraih prestasi akademik namun sebagai akar dari semua prestasi-prestasi karena otak, ingatan, pikiran sudah terlatih. Mentoring sendiri sebagai wadah untuk menumpahkan kreasi, ekspresi dan prestasi mahasiswa.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar