Engkau akan melihat orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, betapa cahaya mereka bersinar di depan dan di samping kanan mereka. dan dikatakan kepada mereka " Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya". Demikian itulah kemenangan yang agung. (Al-Hadid : 12)

Jumat, 27 Desember 2013

TERPUTUS KAKI KARENA PERKATAAN IBU

petuah tentang Ibu

Aku tak punya kaki karena hal kecil. Beginilah ceritanya.
            “Ibu aku akan pergi bermain sebentar saja, boleh?”, tanyaku pada ibu yang sedang memasak. Waktu itu usiaku masih 10 tahun.
            “Hati-hati, jika waktu ashar tiba segera pulang”, jawab ibuku dari dapur.
            “Iyaaa”, seruku sambil berlari.
            Pada waktu itu aku sangat usil sekali, banyak hewan yang aku usili, bahkan membuatnya mati. Aku bermain-main dengan temanku di taman rumput yang banyak burungnya. Aku dan temanku bisa menangkap burung dengan mudahnya.
            Kami menangkap 10 burung, ada yang masih kecil dan beberapa sudah besar. Mulanya kami hanya memasukkannya dalam sebuah kurungan, tapi pikiran usilku segera terlintas. Aku menjerat kaki-kaki burung itu dengan tali satu sama lain, mereka berusaha kabur. Tapi apa daya kekuatanku jauh lebih besar, namun siapa tau hanya kekuatan doalah yang paling besar.
            Waktu sudah masuk ashar, tapi aku lupa waktu karena burung-burung itu. Teman-temanku mengajakku untuk pulang tapi aku membantahnya, aku masih ingin main. Ternyata ibu mencariku karena aku tak memenuhi janji jika sudah tiba waktu ashar aku akan pulang.
            Aku melukai burung-burung, kaki mereka aku ikat dan memutus kakinya satu persatu, ternyata kejadian itu diketahui ibuku, aku sangat terkejut.
            “Apa yang kau lakukan dengan kaki burung itu”, itu terkejut melihatku mematahkan kaki-kaki burung.
            Aku tak bisa menjawab. “ Apa kau tidak berfikir sakit yang dirasakan burung itu, burung juga makhluk ciptaan Allah”, ibu kelihatan murka.
            “Tapi itu hanya burung bu”, jawabku.
            “Kelak Allah akan memutus kakimu sebagaimana kamu telah memutus kaki burung itu”, ibu murka dan meninggalkanku. Aku merasa ketakutan, jikalau benar perkataan ibu itu.
            Setelah beberapa tahun lamanya aku mulai lupa dengan perkataan ibu, mungkin tidak terbukti.
            Waktu aku mau menuntut ilmu, aku mendapat musibah di perjalanan. Aku jatuh dari kendaraan (tunggangan) ku. Begitu sakit rasanya, hingga kakiku harus diamputasi. Sekarang aku tak memiliki kaki layaknya burung-burung yang ku putus kakinya. Ternyata perkataan ibu adalah doa yang mustajab yang tak bisa dielak lagi. Janganlah berkata kasar dan membuat ibu murka karena segala perkataan yang keluar dari mulut ibu adalah doa yang sangat dekat terkabulnya kepada Allah.

Orang yang dimaksud dari kisah tersebut adalah Az-Zamakhsari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar