BAB 2 dari buku FIQH DAKWAH 1
1. Bentuk-bentuk
penyimpangan dakwah
a. Penyimpangan
tujuan
Setiap
penyimpanagn tujuan meskipun besar atau kecil
tetap akan menyebabkan amal tertolak. Dakwah memerlukan pelurusan niat
karena Allah.
b. Bahaya
penyakit hati
Riya’,
lupa diri, sombong gila jabatan dan popularitas justru meruntuhkan popularitas
sendiri. Penyakit ini lebih parah daripada penyakit jasmani
c. Urgensi
keikhlasan
Dengan
keikhlasan ini akan menjadi pengawal fikrah dan aqidah
d. Macam-macam
penyimpangan
Harus
waspada dalam menghadapi cobaan berat berupa kesengsaraan dan malapetaka. Kita
tidak boleh beranggapan telah lulus dari ujian padahal tidak menutup
kemungkinan akan gagal menghadapi segala macam cobaan.
e. Bentuk-bentuk
penyimpangan
~
Pemisahan sasaran . Ini dapat berupa pembatasan dakwah dalam hal ibadah
~
Pembatasan Negara
~
Hanya untuk kekuasaan
~
Pemerintahan islam yang parsial
2. Persoalan
jama’ah dan komitmen
a. Urgensi
jama’ah
Tidak
mungkin terlaksana dakwah yang hanya bergerak secara individu, sehingga dakwah
membutuhkan jama’ah. Begitu juga dengan jama’ah aka nada qiyadah dan juga jundi
untuk menopang jalannya dakwah
b. Meremehkan
amal jama’i
Lebih
pantas dan mulia jika seseorang mewujudkan impian dakwahnya secara berjamaa’ah
dan umat islam juga melarang perpecahan
c. Banyaknya
jama’ah dan pemimpin
Para
pemuda harus memilih jama’ah yang memiliki pengalaman dan tidak hanya
menyuarakan slogan-slogan hebat tanpa ada aksi yang nyata
d. Friksi-friksi
dalam jama’ah
Jama’ah
memang berkewajiban melindungi setiap anggotanya, tapi harus proporsianal. Jika
anggota bersikeras melancarkan kekacauan maka jama’ah harus bertindak tegas.
e. Bergantung
pada individu lebih kuat
Hal
ini akan menyebabkan individu akan larut dalam kepribadian orang yang
bergantung kepadanya sehingga tidak memiliki kemandirian dan efektifitas kerja.
f. Menimbulkan
perselisihan
Menimbulkan
perselisihan diantara shaf dapat member peluang kepada syaiton dalam
menimbulkan saling cerca dan cela antar sesame sehingga tujuan dakwah akan
sulit dicapai.
g. Keluar
dari jama’ah
Dengan
memisahkan diri dari jama’ah akan merugikan pihak pembelot. Bagi jama’ah akan
beruntung karena shaf akan bersih dari pembelot
h. Tidak
memenuhi arkan bai’ah
Seseorang
yang sudah bergabung dalam jama’ah harus melakukan 10 rukun bai’ah karena sudah
menjadi kewajiban dan untuk menopang jalan dakwah. Bagi seseorang yang belum
masuk jama’ah tidak ada paksaan untuk melaksanakan rukun bai’ah tersebut
i.
Perasaan lebih tinggi
Kita
yakin suatu saat akan datang masa dimana nama, label, perbedaan formalitas dan
ganjalan pandangan akan sirna.
3. Sekitar
persoalan pemahaman
a. Urgensi
pemahaman
Pemahaman
yang menyatu merupakan keharusan guna terwujudnya kesatuan orientasi
perjuanagn. Karena antara perjuanagn dan pemahaman berkaitan erat sehingga
dalam satu jama’ah harus dihindari timbulnya timbulnya aliran pemikiran
b. Bentuk-bentuk
penyimpangan pemahaman
Mengadopsi
pemikiran yang jelas-jelas bertentangan dengan pemahaman yang benar tentang
islam, Al-Qur’an dan As-Sunnah
Setiap
upaya yang bermaksud mengebiri nilai as-sunnah yaitu menggunakan al-qur’an saja
merupakan pemikiran yang menyimpang
Upaya
memaksa semua anggota jama’ah untuk mengikuti suatu pendapat dalam masalag
furu’ yang mempunyai beberapa pendapat
Memperbesar
masalah juz;iyah dan far’iyah dengan mengorbankan kulliyat (prinsip)
Mengebiri
islam dalam pelaksanannya seperti membatasi jama’ahmembicarakan islam disekitar
masalah yang tidak menyinggung para penguasa
c. Langkah
operasional dan pemahamannya
Tidak
mungkin mencapai sasaran besar seperti ini secara spontanitas. Tanpa adanya
khiththah yang jelas, tahapan pecapaian dan sasaran yang disepakati.
d. Bentuk-bentuk
penyimpangan
1. Mengikuti
pola partai politik
Mendudukkan
partai sebagai panglima dalam cara kerja
2. Tidak
memperhatikan factor tarbiyah (pembinaan)
Tarbiyah
berpengaruh terhadap ketahanan anggota dalam menghada[pi tantangan dan tuntutan
global
3. Mengabaikan
unsure persatuan dan potensi jalinan antar individu
4. Mengabaikan
pemeliharaan potensi struktur jama’ah dan komitmen keanggotaan
Karena
dapat merusak efektifitas gerakan serta menyeret kepada ekses-ekses yang dapat
melemahkan eksistensi jama’ah dan mempermudah timbulnya penyakit lainnya
5. Penyimpangan-penyimpangan
yang berkaitan dengan masalah jihad dan persiapannya
Bentuk
penyimpangan jihad :
a. Tidak
memberikan perhatian yang layak terhadap jihad
b. Kemewahan
dan kemegahan mengakibatkan enggan berjihad
c. Enggan
berkorban jiwa dan harta
d. Mengubah
niat dari jihad
e. Tudak
komitmen dengan adab perang
f. Terlalu
cepat menggunakan kekuatan senjata dalam mengahadapi musuh
g. Terlambat
mengahadapi dan membalas serangan
6. Faham
kedaerahan
Dalam
dakwah tidak dibatasan waktu dan tempat. Setiap muslim harus merasa
bertanggungjawab terhadap saudara muslim lainnya dimana saja berada.
7. Menerima
prinsip dan ideology secular
8. Mendorong
jama’ah untuk didominasi orang lain
Jama’ah
harus mempunyai kepribadian islam, dalam memahami, tujuan, langkah dan
ketetapannya
9. Berpartisipasi
dalam pemerintahan yang tidak menjalankan hokum Allah
Tidak
dibenarkan ikhwanul muslimin ikut dalam pemerintahan yang seperti itu apalagi
tidak menimbulkan perubahn ke jalan dakwah
10. Berkoalisi
bersama musuh dengan mengorbankan prinsip mdan tujuan
11. Mengabaikan
prinsip syuro dan nasehat
Kedudukan
syuro sangatlah penting dalam jama’ah sehingga dapat mencapai keputusan yang
lebih matang
12. Mementingkan
formalitas
Salah
satu cirri ikhwanul muslimin adalah konsekuensi yaitu mengutamakan segi
amaliyah daripada propaganda dan slogan
13. Reaksioner
tanpa perencanaan
Dengan
perencanaan sasran besar dibagi kepada beberapa bagian
14. Mengarah
kepada pertarungan sampingan
15. Memisahkan
diri dari masyarakat
Bagaimana
dakwah bisa berjalan
4. Jalan
dakwah antara kepercayaan dan keraguan
a. Dalam
kesempatan lain Hasan Al-Banna mengatakan
b. Wahai
ikhwanul muslimin wahai seluruh umat
5. Sekitar
ujian dan cobaan
a. Ujian
merupakan sunnah dakwah
b. Kesalahan
dalam memandang ujian
6. Sikap
menghadapi musuh dan kekuatannya
a. Kesalahan
dalam memandang musuh
b. Membesar-besarkan
kekuatan musuh
c. Terlalu
meremehkan kekuatan musuh
d. Buruknya
system pemilihan pemimpin militer
e. Berkelompok
dan saling berkhianat di kalangan pimpinan
f. Spontanitas
g. Mengutsertakan
orang-orang yang lemah iman dan munafiq
h. Bangga
dalam mayoritas
i.
Merasa berat ke dunia
j.
Mundur dari medan pertempuran
k. Merasa
sombong dan congkak pada saat kemenangan
l.
Jatuh mental dan semangat pada saat
terjadi serangan

ijin share ya, jazakallah
BalasHapusizin diprint ya
BalasHapus