Engkau akan melihat orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, betapa cahaya mereka bersinar di depan dan di samping kanan mereka. dan dikatakan kepada mereka " Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya". Demikian itulah kemenangan yang agung. (Al-Hadid : 12)

Jumat, 27 Desember 2013

Prinsip dan Penyimpangan dalam Dakwah

BAB 2 dari buku FIQH DAKWAH 1



1.      Bentuk-bentuk penyimpangan dakwah
a.       Penyimpangan tujuan
Setiap penyimpanagn tujuan meskipun besar atau kecil  tetap akan menyebabkan amal tertolak. Dakwah memerlukan pelurusan niat karena Allah.
b.      Bahaya penyakit hati
Riya’, lupa diri, sombong gila jabatan dan popularitas justru meruntuhkan popularitas sendiri. Penyakit ini lebih parah daripada penyakit jasmani
c.       Urgensi keikhlasan
Dengan keikhlasan ini akan menjadi pengawal fikrah dan aqidah
d.      Macam-macam penyimpangan
Harus waspada dalam menghadapi cobaan berat berupa kesengsaraan dan malapetaka. Kita tidak boleh beranggapan telah lulus dari ujian padahal tidak menutup kemungkinan akan gagal menghadapi segala macam cobaan.
e.       Bentuk-bentuk penyimpangan
~ Pemisahan sasaran . Ini dapat berupa pembatasan dakwah dalam hal ibadah
~ Pembatasan Negara
~ Hanya untuk kekuasaan
~ Pemerintahan islam yang parsial
2.      Persoalan jama’ah dan komitmen
a.       Urgensi jama’ah
Tidak mungkin terlaksana dakwah yang hanya bergerak secara individu, sehingga dakwah membutuhkan jama’ah. Begitu juga dengan jama’ah aka nada qiyadah dan juga jundi untuk menopang jalannya dakwah
b.      Meremehkan amal jama’i
Lebih pantas dan mulia jika seseorang mewujudkan impian dakwahnya secara berjamaa’ah dan umat islam juga melarang perpecahan
c.       Banyaknya jama’ah dan pemimpin
Para pemuda harus memilih jama’ah yang memiliki pengalaman dan tidak hanya menyuarakan slogan-slogan hebat tanpa ada aksi yang nyata
d.      Friksi-friksi dalam jama’ah
Jama’ah memang berkewajiban melindungi setiap anggotanya, tapi harus proporsianal. Jika anggota bersikeras melancarkan kekacauan maka jama’ah harus bertindak tegas.
e.       Bergantung pada individu lebih kuat
Hal ini akan menyebabkan individu akan larut dalam kepribadian orang yang bergantung kepadanya sehingga tidak memiliki kemandirian dan efektifitas kerja.
f.       Menimbulkan perselisihan
Menimbulkan perselisihan diantara shaf dapat member peluang kepada syaiton dalam menimbulkan saling cerca dan cela antar sesame sehingga tujuan dakwah akan sulit dicapai.
g.      Keluar dari jama’ah
Dengan memisahkan diri dari jama’ah akan merugikan pihak pembelot. Bagi jama’ah akan beruntung karena shaf akan bersih dari pembelot
h.      Tidak memenuhi arkan bai’ah
Seseorang yang sudah bergabung dalam jama’ah harus melakukan 10 rukun bai’ah karena sudah menjadi kewajiban dan untuk menopang jalan dakwah. Bagi seseorang yang belum masuk jama’ah tidak ada paksaan untuk melaksanakan rukun bai’ah tersebut
i.        Perasaan lebih tinggi
Kita yakin suatu saat akan datang masa dimana nama, label, perbedaan formalitas dan ganjalan pandangan akan sirna.
3.      Sekitar persoalan pemahaman
a.       Urgensi pemahaman
Pemahaman yang menyatu merupakan keharusan guna terwujudnya kesatuan orientasi perjuanagn. Karena antara perjuanagn dan pemahaman berkaitan erat sehingga dalam satu jama’ah harus dihindari timbulnya timbulnya aliran pemikiran
b.      Bentuk-bentuk penyimpangan pemahaman
Mengadopsi pemikiran yang jelas-jelas bertentangan dengan pemahaman yang benar tentang islam, Al-Qur’an dan As-Sunnah
Setiap upaya yang bermaksud mengebiri nilai as-sunnah yaitu menggunakan al-qur’an saja merupakan pemikiran yang menyimpang
Upaya memaksa semua anggota jama’ah untuk mengikuti suatu pendapat dalam masalag furu’ yang mempunyai beberapa pendapat
Memperbesar masalah juz;iyah dan far’iyah dengan mengorbankan kulliyat (prinsip)
Mengebiri islam dalam pelaksanannya seperti membatasi jama’ahmembicarakan islam disekitar masalah yang tidak menyinggung para penguasa
c.       Langkah operasional dan pemahamannya
Tidak mungkin mencapai sasaran besar seperti ini secara spontanitas. Tanpa adanya khiththah yang jelas, tahapan pecapaian dan sasaran yang disepakati.
d.      Bentuk-bentuk penyimpangan
1.      Mengikuti pola partai politik
Mendudukkan partai sebagai panglima dalam cara kerja
2.      Tidak memperhatikan factor tarbiyah (pembinaan)
Tarbiyah berpengaruh terhadap ketahanan anggota dalam menghada[pi tantangan dan tuntutan global
3.      Mengabaikan unsure persatuan dan potensi jalinan antar individu
4.      Mengabaikan pemeliharaan potensi struktur jama’ah dan komitmen keanggotaan
Karena dapat merusak efektifitas gerakan serta menyeret kepada ekses-ekses yang dapat melemahkan eksistensi jama’ah dan mempermudah timbulnya penyakit lainnya
5.      Penyimpangan-penyimpangan yang berkaitan dengan masalah jihad dan persiapannya
Bentuk penyimpangan jihad :
a.       Tidak memberikan perhatian yang layak terhadap jihad
b.      Kemewahan dan kemegahan mengakibatkan enggan berjihad
c.       Enggan berkorban jiwa dan harta
d.      Mengubah niat dari jihad
e.       Tudak komitmen dengan adab perang
f.       Terlalu cepat menggunakan kekuatan senjata dalam mengahadapi musuh
g.      Terlambat mengahadapi dan membalas serangan
6.      Faham kedaerahan
Dalam dakwah tidak dibatasan waktu dan tempat. Setiap muslim harus merasa bertanggungjawab terhadap saudara muslim lainnya dimana saja berada.
7.      Menerima prinsip dan ideology secular
8.      Mendorong jama’ah untuk didominasi orang lain
Jama’ah harus mempunyai kepribadian islam, dalam memahami, tujuan, langkah dan ketetapannya
9.      Berpartisipasi dalam pemerintahan yang tidak menjalankan hokum Allah
Tidak dibenarkan ikhwanul muslimin ikut dalam pemerintahan yang seperti itu apalagi tidak menimbulkan perubahn ke jalan dakwah
10.  Berkoalisi bersama musuh dengan mengorbankan prinsip mdan tujuan
11.  Mengabaikan prinsip syuro dan nasehat
Kedudukan syuro sangatlah penting dalam jama’ah sehingga dapat mencapai keputusan yang lebih matang
12.  Mementingkan formalitas
Salah satu cirri ikhwanul muslimin adalah konsekuensi yaitu mengutamakan segi amaliyah daripada propaganda dan slogan
13.  Reaksioner tanpa perencanaan
Dengan perencanaan sasran besar dibagi kepada beberapa bagian
14.  Mengarah kepada pertarungan sampingan
15.  Memisahkan diri dari masyarakat
Bagaimana dakwah bisa berjalan
4.      Jalan dakwah antara kepercayaan dan keraguan
a.       Dalam kesempatan lain Hasan Al-Banna mengatakan
b.      Wahai ikhwanul muslimin wahai seluruh umat
5.      Sekitar ujian dan cobaan
a.       Ujian merupakan sunnah dakwah
b.      Kesalahan dalam memandang ujian
6.      Sikap menghadapi musuh dan kekuatannya
a.       Kesalahan dalam memandang musuh
b.      Membesar-besarkan kekuatan musuh
c.       Terlalu meremehkan kekuatan musuh
d.      Buruknya system pemilihan pemimpin militer
e.       Berkelompok dan saling berkhianat di kalangan pimpinan
f.       Spontanitas
g.      Mengutsertakan orang-orang yang lemah iman dan munafiq
h.      Bangga dalam mayoritas
i.        Merasa berat ke dunia
j.        Mundur dari medan pertempuran
k.      Merasa sombong dan congkak pada saat kemenangan
l.        Jatuh mental dan semangat pada saat terjadi serangan


2 komentar: