Engkau akan melihat orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, betapa cahaya mereka bersinar di depan dan di samping kanan mereka. dan dikatakan kepada mereka " Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya". Demikian itulah kemenangan yang agung. (Al-Hadid : 12)

Kamis, 16 Januari 2014

ETIKA BERPAKAIAN



1.      Kewajiban Menutup Aurat
(QS.Al-A’raf 26-27)
“Hendaknya seorang laki-laki tidak memandang aurat laki-laki lain dan seorang wanita tidak memandang aurat wanita lain. Dan handaknya seorang laki-laki tidak bersentuhan kulit dengan laki-laki lain dalam satu baju begitu juga perempuan”.(HR.Muslim)
Batas aurat :
a.       Laki laki    : dari pusar sampai lutut, paha termasuk aurat
                          Seluruh tubuh bukan aurat untuk istri
b.      Perempuan            : seluruh tubuhnya aurat kecuali muka dan telapak tangan,
                          seluruh tubuh kecuali muka, rambut, leher, tangan untuk mahram dan perempuan lain
                          seluruh tubuh bukan aurat untu suami
“Ada dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat. Yaitu orang yang memegang cemeti (cambuk) seperti seekor sapi yang mereka gunakan untuk mencambuk manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, menarik perhatian orang, berlenggak-lenggok, kepalanya seperti punuk unta. Mereka tidak akan masuk surge bahkan tidak bisa mencium aromanya, padahal sesungguhnya aroma surge itu tercium dari jarak begini dan begini”.(HR. Muslim)
Yang dimaksud berpakaian tapi telanjang yaitu :
·         Memakai pakaian yang pendek (mini) yang tidak menutup aurat
·         Memakai pakaian tipis atau transparan yang memperlihatkan warna kulitnya
·         Memakai pakaian ketat yang tidak menampakkan warna kulitnya namun menonjolkan lekuk tubuhnya
“Aku bertanya ,’Ya Rasulullah, jika salah seorang di antara kita berada di tempat yang sepi’ Beliau menjawab ,’Allah lebih berhak untuk kita merasa malu kepada-Nya daripada kepada manusia”.(HR.Abu Dawud)     
2.      Larangan Berpenampilan Seperti Lawan Jenis
“Nabi melaknat laki-laki yang berpenamp[ilan kebanci-bancian dan wanita yang berpenampilan kelaki-lakian. Dan beliau juga bersabda ‘Usirlah mereka dari rumah kalian’ Kemudian Nabi pun mengusir seseorang dan Umar juga mengusir seseorang”.(HR.Al-Bukhari)
Apabila hal itu tabiat dari lahir maka diperintahkan untuk berusah merubah dan apabila tidak berusaha apalagi rela menerima maka itu perbuatan yang buruk dan terlaknat.
3.      Anjuran Menampakkan Nikmat Allah dalam Bentuk Pakaian
Dengan memakai pakaian yang baru (tidak sering) sudah menunjukkan nikmat yang diberikan Allah.
“Aku pernah datang kepada Nabi dengan pakaian yang jelek. Kemudian beliau bertanya ,’Apakah engkau punya harta’. YA jawabnya. ‘Harta dari apa’ Tanya beliau. ‘Dari unta, kambing, kuda dan budak belian’ jawabnya. Beliau lantas bersabda ‘ Apabila Allah memberimu harta maka hendaklah terlihat bekas nikmat Allah dan kemurahanNya yang Dia berikan padamu”. (HR.Abu Dawud)   
4.      Larangan Memanjangkan Baju Karena Sombong
“Sewaktu seseorang berjalan berlenggak-lenggok dengan baju setelan dan kagum terhadam rambut panjangnya serta memanjangkan kain sarungnya (hingga melebihi mata kakinya) tiba-tiba Allah menenggelamkannya di dalam tanah , kemudia ia bergerak-gerak atau beliau bersabda ‘ turun kedalmnya sampai ke tanah”.(HR.Ahmad)
·         Baju bagus mewah maupun tidak, tidak termasuk sombongyang pelakunya mendapat ancaman tersebut. Yang buruk adalah adanya sikap sombong dengan berjalan lenggak-lenggok
·         Orang yang berpakaian bagus mewah dengan niat menampakkan nikmat Allah dan tidak menghina orang lain tidaklah berdosa. 
5.      Larangan Memakai Pakaian untuk Mencari Popularitas
“Barangsiapa memakai pakaian untuk mencari ketenaran di dunia maka Allah akan memberinya baju kehinaan pada hari kiamat”.(HR. Ahmad)
Dilarangnya memakai pakaian yang mewah dan jelek (terlalu lusuh) karena bisa mengundang perhatian orang lain. Lebih baik yang pertengahan
6.      Larangan Memakai Emas dan Sutra Bagi Laki-laki
Emas dan sutra haram bagi laki-laki tapi boleh bagi wanita
·         “Sesungguhnya Nabi pernag mengambil kain sutra lalu meletakkannya di tangan kanannya dan juga mengambil emas lalu meletakkannya di tangan kanannya. Kemudian beliau bersabda ,’Sesungguhnya dua benda ini haram bagi umatku yang laki-laki”.(HR.Abu Dawud)
·         “Barangsiapa memakai sutra di dunia, niscaya ia tidak akan memakainya di akherat”.(HR.Muslim)
·         “Bahwa beliau melarang memakai cincin”.(HR.Al-Bukhari)
7.      Memendekkan Pakaian Laki-laki dan Memanjangkan Pakaian Perempuan
·         Jika wanita tidak memanjangkan pakaiannya hingga menutupi telapak kaki mak bisa menggunakan kaos kaki untuk menutupi
·         Tujuan laki-laki memendekkan pakaian di atas mata kaki agat tidak sombong dan termasuk sunnah Nabi
·         “Ada tiga golongan yang tidak bisa diajak bicara oleh Allah, tidak akan dilihat, tidak akan disucikan dan akan mendapatkan ahzab yang pedih. Kemudian kta Abu Dzar, Rasulullah membacanya tiga kali. Abu Dzar lantas berkata’ mereka pasti kecewa dan merugi. Sioapakah mereka itu?’. Beliau menjawab’Yaitu : orang yang memanjangkan pakaiannya yang melebihi mata kaki, orang yang suka menyebut-nyebut sedekah dan orang yang memperlaris dagangannya dengan sumpah palsu”.(HR.Muslim)  
8.      Larangan Memperlihatkan Perhiasan Wanita kecuali pada Orang-oarang Tertentu
(QS.An-Nur : 31)
Perhiasan yang dimaksud ada 2 yaitu:
·         Perhiasan batin yaitu perhiasan yang biasanya Nampak pada perempuan seperti rambut, leher, wajah, talapak tangan dll
·         Perhiasan lahir yaitu perhiasan yang sesungguhnya seperti gelang kaki dsb.
9.      Larangan Memakai Pakaian yang Bergambar Salib atau Gambar yang Bernyawa
·         “Bahwa Nabi tidak pernah membiarkan sesuatu yang berisi salib di dalam rumah kecuali beliau hilangkan”.(HR.Al-Bukhari)
·         “Rasulullah pernah dating dari sebuah perjalanan, sementara aku menutupi teras rumahku dengan tabir yang bergambar patung-patung. Ketika Rasulullah melihatnya maka beliau langsung merobeknya seraya bersabda ,’Manusia yang paling berat adzabnya pada hari kiamat kelak ialah orang-orang yang menandingi ciptaan Allah’ Kemudian kata Aisyah kami menjadikannya satu atau dua buah bantal”.(HR.Al-Bukhari)
·         Apabila seseorang memakai baju atau membawa seseatu yang bergambar salib atau gambar bernyawa maka solatnya tetap sah namun dia tetap berdosa kecuali ditutup gambar itu.
10.  Disunnahkan Mendahulukan Pakaian yang Kanan
·         “Nabi suka mendahulukan yang kanan dalam bersuci, bersisir dan bersandal”.(HR.Al-Bukhari)
·         Sesuatu yang baik dilakukan dengan yang kanan, sedangkan sesuatu yang buruk dilakukan dengan yang kiri
11.  Sunnah Nabi dalam Bersandal
·         “Apakah salah seorang diantara kamu memakai sandal maka hendaknya memulai dengan yang kanan. Dan apabila melepasnya maka handaknya memulai dengan yang kiri. Jadi hendaknya kaki kanan menjadi kaki yang pertama memakai sandal dan yang terakhir dilepas”.(HR.Al-Bukhari)
·         “Hendaknya salah seorang diantara kamu tidak berjalan dengan satu sandal. Hendaknya dia melepaskan keduanya atau memakaikan keduanya”.(HR.Al-Bukhari)
·         “Sesungguhnya setan berjalan dengan satu sandal”.(HR.Abu Hurairah)
·         Alasan tidak boleh memakai satu sandal antara lain : merupakan perbuatan mutilasi dan bertentangan dengan adab kesopanan, kaki yang bersandal akan lebih tinggi sebelah sehingga memungkinkan akan terjatuh.
·         Salah satu sunnah Nabi adalah berjalan dengan telanjang kaki
12.  Doa Memakai Pakaian Baru
Alhamdulillahi ladzi kashanii hadzassauba warozakiniihi min ngoirikhilin minna walakuwwata
“Segala puji bagi Allah Yang memberiku pakaian ini dan menganugerahkannya kepadaku, tanpa upaya dan daya dariku”.
13.  Anjuran Memakai Pakaian Putih
·         “Pakailah pakaianmu yang putih, karena ia adalah sebaik-baik pakaianmu. Dan gunakanlah pakaian putih itu untuk mengafani mayatmu”.(HR.Abu Dawud)
·         “Rasulullah pernah melihat aku mengenak dua buah baju yang dicelup dengan warna kuning. Lalu beliau bersabda ‘Sesungguhnya ini termasuk pakaian orang-orang kafir. Jadi engkau jangan memakainya”.(HR.Muslim)
·         Lelaki tidak boleh mengenakan baju polos kuning dan merah karena pakaian itu lebih ke warna wanita yang mencolok
14.  Cincin yang Boleh Dipakai Laki-laki
·         “Nabi pernah membuat sebuah cincin. Beliau bersabda ,’Sesungguhnya kami telah membuat cincin dan kami telah mengukirnya dengan sebuah ukiran (tulisan). Jadi jangan sekali-kali ada seseorang yang membuat ukiran padanya. Sungguh kata Anas, aku benar-benar melihat kilauannya pada jari kelingking beliau”.(HR.Al-Bukhari)
·         Laki-laki hanya boleh memakai cincin perak buka emas
·         “Nabi melarangku meletakkan cincinku di jari ini (telunjuk) atau yang berikutnya (jari tengah)”. (HR. Muslim)
·          Sunnah Nabi memakai cincin di kelingking dan sebelah kanan.
15.  Anjuran Memakai Parfum
·         “Aku tidak pernah menyentuh sutra atau dibaj (sutra tebal) yang lebih lembut dari telapak tangan Nabi dan aku sama sekali tidak pernah mencium aroma atau parfum yang lebih harum daripada aroma atau parfum Nabi”.(HR.Al-Bukhari)
·         Parfum haram pada waktu ihram (haji maupun umrah)
·         Wanita dilarang memakai parfum dalam waktu :
~ Ditinggal mati suami dalam kurun waktu 4 bulan 10 hari
~ Ketika mendatangi tempat yang disitu ada lelaki atau melewati lelaki dan baunya tercium
·         “Wanita manapun yang memakai parfum, lalu (berjalan) melewati kaum (laki-laki) agar mereka menemukan aromanya maka ia adalah pezina”.(HR.An-Nasa’i)
·         “Tidak akan diterima solatnya seorang wanita yang memakai parfum untuk (dating ke) masjid ini, sampai ia pulang dan mandi janabat”.(HR.Abu Dawud)
16.  Sunnah Nabi dalam Menyisir dan Mencukur Rambut
·         “Barang siapa memiliki rambut maka hendaklah dia memuliaknnya”.(HR.Abu Dawud)
·         “Adalah Nabi berpostur sedang, jarak antara kedua pundaknya jauh, dan beliau memiliki rambut yang mencapai cuping telinganya”.(HR.Al-Bukhari)
·         “Bahwasannya Rasulullah melarang qaza”.(HR.Al-Bukhari)
·         Qaza adalah mencukur rambut yang tidak rata kadang pendek yang samping sedang yang samping lagi panjang
·         Mencukur rambut bisa wajib, sunnah, haram dan mubah
~ Wajib mencukur rambut ketika selesai melaksanakan ibadah haji
~ Haram mencukur rambut manakala diniatkan untuk ritual atau ibadah diluar haji atau umrah
~ Sunnah encukur rambut ketika masuk islam dan 7 hari dari kelahiran bayi
~ Mubah mencukur rambut jika seseorang tidak mampu merewatnya
17.  Memanjangkan Jenggot dan Memangkas Kumis adalah Sunnah Nabi
·         “Berbedalah dengan orang musyrik, lebatkanlah jenggot dan tipiskan kumis”.(HR.Al-Bukhari)
18.  Menyemir Uban dengan Warna Non Hitam adalah Sunnah Nabi
·         “Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak menyemir (rambutnya) maka berbedalah kalian dengan mereka”.(HR.Al-Bukhari)
·         “Ubahlah ini dengan sesuatu dan hindarilah warna hitam”.(HR.Muslim)
19.  Memakai Celak
·         Celak adalah perhiasan bagi wanita (tidak digunakan oleh laki-laki) dan bisa digunakan sebagai obat mata. Celak dapat digunakan untuk menumbuhkan bulu, menghilangkan tahi mata dan menjernihkan penglihatan
·         “Dan sesungguhnya sebaik-baik celakmu adalah itsmid, memperjelas penglihatan dan menumbuhkan bulu mata”.(HR. Abu Dawud)
20.  Perhiasan yang Haram bagi Wanita
·         “Allah mengutuk wanita yang menyambung rambutnya”.(HR.Al-Bukhari)
·         “Allah melaknat (mengutuk) wanita-wanita yang mentato, wanita-wanita yang minta dirinya ditato, wanita-wanita yang menghilangkan bulu alis orang lain, wanita-wanita yang meminta dihilangkan bulu alisnya, dan wanita-wanita yang merenggangkan gigi-geliginya untuk tujuan kecantikan, yang merubah ciptaan Allah”.(HR. Muslim)

AL MADZAHIB AL ISLAMIYAH



A.    Madzhab dalam akidah (teologi)
Pada mulanya islam hanyalah satu, yaitu yang dicontohkan dan diajarkan Rasulullah, lalu dilanjutkan oleh orang-orang beriman setelahnya yakni para sahabat. Kelak jalan inilah yang ditempuh oleh Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Adapun jalan yang tidak dicontohkan oleh Rasul adalah jalan syetan yang dilakukan para ahli bid’ah yang sesat, yang akan memecahbelah umat islam. Sebagaimana dalam  QS Al-An’am : 153
B.     Mengenal madzhab aqidah
1.      Brdasarkan hubungan antara dosa dan iman
a.       Al Hururiyah
Mereka berkata “ sesungguhnya agama dan iman adalah ucapan, amal dan keyakinan. Tetapi tidak bisa bertambah dan berkurang. Maka barang siapa yang melakukan dosa besar ia kafir di dunia dan di akherat kekal di neraka, jika ia mati sebelum bertobat.”
b.      Al Mu’tazilah
Mereka berkata “ sesungguhnya agama dan iman adalah ucapan, amal dan keyakinan. Tetapi tidak bisa bertambah dan berkurang. Maka barang siapa yang melakukan dosa besar maka kedudukannya berada di dua tempat -keluar dari ima tapi tidak kafir- itu hokum di dunia. Sedangkan di akherat mereka kekal di neraka.”
c.       Al Murji’ah
Dosa tidaklah berdampak buruk bagi keimanan. Sebagaimana ketaatan tidak lah bermanfaat bagi kekafiran. Iman hanyalah dibenarkan di hati saja. Keimanan manusia paling fasiq sama dengan keimanan manusia paling sempurna.
d.      Al jahmiyah
Mereka pelaku dosa besar tetaplah sempurna imannya, dan tidak berhak dimasukkan ke neraka
e.       Ahlus Sunnah wal Jamaah
Mereka telah mendapatkan petunjuk Allah diatas kebenaran. Sesungguhnya iman adlah ucapan dengan lisan, diamalkan dengan perbuatan dan diyakini dalam hati. Bisa bertambah karena ketaatan dan berkurang karena maksiat. Adapun para pelaku dosa besar berada dibawah kehendak Allah.
2.      Berdasarkan penyikapan para sahabat Nabi
a.       Ar Rafidhah
Segolongan dari syiah mereka melampaui batas dalam memuliakan Ali.
b.      Al Khawarij
Menerima sebagian besar sahabat tapi mengharamkan Ali, Mu’awiyah dan orang yang bersama mereka.
c.       An Nawashib
Mereka memproklamirkan permusuhkan kepada Ahli Bait dan melaknat apa yang ada pada mereka.
d.      Ahlus Sunnah wal Jamaah
Allah memberikan hidayah kepada mereka untuk tetap diatas kebenaran. Mereka bersikap tidak melampaui batas terhadap Ali dan Ahli Bait. Mereka mengetahui hal keseluruhan sahabat yakni Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali.
3.      Berdasarkan sikap mereka terhadap ayat dan hadist tentang nama dan sifat Allah
a.       Al Mu’athillah
Mereka mengingkari dan meniadakan sifat dan nama Allah.
b.      Al mujassimah wal musyabbihah
Mereka menganggap Allah mempunyai jism (wujud) seperti manusia.
c.       Al Asy’ariyah
Mereka bagian dari –paling tidak mendekati- Ahlus Sunnah
d.      Ahlus Sunnah wal Jamaah
Meraka itsbat (menetapkan dan mengukuhkan) adanya nama dan sifat Allah tanpa mengingkarinya, tidak menyerupai dengan makhluk, tidak melakukan ta’wil , tidak merunahnya, tidak bertanya bagaimana dan mereka membiarkannya sebagimana datangnya, mengimani makna dan apa-apa yang ada padanya.
4.      Berdasarkan Kehendak perbuatan manusia
a.       Al Jabariyah
Manusia menerima begitu saja atas perbuatannya, gerakannya adalah perbuatan Allah
b.      Al Qodariyah
Manusia menciptakan perbuatannya sendiri dan bukan atas kehendak Allah
c.       Ahlus Sunnah wal Jamaah
Allah menciptakan manusia dan perbuatannya. Mnusia yang melakukan hakikatnya dan mereka dianugerahi kehendak dan kemauan untuk berbuat. Ahlus Sunnah menetapkan bahwa bagi manusia memiliki kehendak dan kemampuan untuk menentukan pilihan sesuai kehendak Allah.
5.      Ahlus Sunnah wal Jamaah
Jalan yang ditempuh oleh Rasulullah dan jamaah para sahabat dan tabi’in, tabi’ut baik dari sisi paraadigma berpikir dan pengamalan terhadap agama serta akhlak. Bukan sekedar simbolistik tetapi esensi. Maka siapa2 saja yang menempuh jalan keselamatan yang mereka tempuh secara benar.

Sabtu, 11 Januari 2014

Bagaimana Menokohkan Diri Anda dalam Dakwah



Saat ini FSLDK mempunyai target untuk menokohkan kader dakwah kampus dengan harapan dapat memunculkan figur yang memang “jebolan” dakwah kampus, bagaimana cara Kita sebagai pribadi untuk meningkatkan kapasitas kita dan ketokohan kita di kampus, regional, maupun nasional ?

 Saya termasuk salah satu orang yang terlibat dalam pembahasan target 1000 Tokoh Aktifis dakwah kampus dengan kawan-kawan dari kampus lain. Memang program ini masih belum berjalan dengan ideal, karena berbagai faktor antara lain; (1) belum siapnya kader dakwah kampus untuk menghadapi dunia luar lembaga dakwahnya, ciri eksklusif masih banyak terdapat pada kader dakwah kampus.(2) kerendahan hati para kader dakwah, sebuah sifat yang sangat terpuji, akan tetapi jika digunakan pada tempat yang salah akan berakibat pada tidak berkembangnya dakwah, saya berpesan agar kita tidak tawadhu salah tempat. (3) kelemahan pemanfaatan teknologi, kemajuan teknologi saat ini semakin berkembang, Anda bisa menjadi seorang yang dikenal luas dengan memanfaatkan teknologi ini, seorang tidak perlu bertemu langsung dengan Anda, akan tetapi ia akan dapat mempercayai Anda serta menganggap Anda seorang yang telah dikenal luas.(4) pendeknya masa perkuliahan, saya merasakan bahwa seorang kader matang saat tingkat tiga, sedangkan masa  kuliah pada umumnya hanya 4 tahun, sehingga belum sempat seorang kader menokoh secara nasional, bahkan daerah, ia sudah keburu dikejar dengan kelulusan. (5) tidak merasa ( atau mungkin malu ) sebagai kader dakwah kampus. Beberapa kader pernah saya amati tidak merasa bisa “menjual” dirinya jika ia berpredikat kader dakwah kampus. Mungkin sebetulnya banyak kader yang telah tertokohkan, akan tetapi ia tidak dipandang sebagai kader dakwah kampus.

Melihat kenyataan serta tuntutan yang ada terkait ketokohan kader dakwah, perlu kiranya Anda secara pribadi yang menokhkan diri Anda. Saya mempunyai keyakinan bahwa Anda dapat menjadi tokoh yang bermanfaat bagi dakwah kampus. Anda mempunyai potensi sebagai pribadi, Anda punya lembaga dakwah yang menjadi lingkungan Anda belajar dan berdakwah dan Anda bisa memanfaatkan jaringan FSLDK sebagai pendukung ketokohan Anda di tingkat kampus, daerah, bahkan nasional.

Pernahkah Anda berpikir bahwa tidak ada definisi tokoh yang sama bagi setiap orang. Karena setiap orang mempunyai standar tersensdiri, kebutuhan idola tersendiri dan kebutuhan panutan yang berbeda-beda. Jadi setiap dari Anda bisa menjadi tokoh dengan potensi yang Anda miliki serta dengan jumlah massa pendukung yang memang akan terkena dampak ketokohan Anda. 

Saya pernah menulis tentang bagaimana menokohkan kader dakwah, pada tulisan ini saya menyampaikan bahwa kader dakwah bisa menjadi tokoh dari berbagai pendekatan yang ada. Tergantung Anda bisanya menokoh dengan cara yang bagaimana. Apakah Anda sebagai sosok, religi, akademisi, olahragawan, seniman, aktifis mahasiswa, atau lainnya. Tahap pertama adalah menentukan jalur ketokohan Anda.

Seorang tokoh yang dibutuhkan saat ini adalah sosok tokoh yang moderat, dimana ia tidak terlalu ekstrem dalam berpikir, akan tetapi tetap dengan landasan berpikir yang kuat. Seorang tokoh yang disenangi adalah tokoh yang luwes, supel dan terbuka serta bisa berkomunikasi dengan orang banyak. Saat ini banyak kader yang mempunyai kapasitas pemahaman yang kuat, akan tetapi hanya sedikit sekali yang bisa membahasakannya kepada objek dakwah yang heterogen dengan baik, alhasil ia hanya bermanfaat bagi sesama kader saja. 

Baiknya Akhlak serta budi perkerti dan tata bahasa menjadi daya tarik tersendiri, seorang yang berakhlak baik, dan memiliki prilaku yang sangat baik akan menimbulkan pull effect untuk menimbulkan keterkesanan dari masyarakat luas. Seorang tokoh diharapkan pula dapat memahami seni mengkritik dan dikritik dengan baik ( ada buku khusus dengan judul ini ). Karena perlu kita pahami semua, bahwa setiap kebijakan, pemikiran dan tindakan kita pasti ada yang menentang dengan berbagai alasan. Untuk menjadi tokoh yang bijak Anda perlu memahami seni mengkritik dan dikritik ini agar Anda bisa terus maju dan tidak mudah mundur karena kritikan seseorang. Memahami cara mengkritik perlu juga agar Anda tetap bisa menjaga citra sebagai sosok yang tidak asal ngomong. Dalam memahami masyarakat selain Anda perlu menyaring apa yang dikatakannya, Anda perlu juga memahami sebab atau latar belakang ia mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan Anda, sehingga Anda bisa memberikan antitesis yang tepat sasaran. 

Tokoh bergaul dengan tokoh, dan dari seorang tokoh akan muncul pula tokoh yang lain. banyaklah bergaul dan belajar dengan seseorang yang telah Anda Anggap tokoh, apakah itu sosok ulama, pejabat, penulis, ilmuwan dan sebagainya agar bisa mendapatkan ilmu bagaimana menjadi tokoh dengan baik. Serta untuk mendapatkan jaringan dari tokoh yang kita dekati ini. Semakin banyak referensi tokoh yang Anda miliki, semakin berkarakter diri Anda dalam menokohkan diri. Dari tiga paragraf ini bisa disimpulkan, tahap kedua adalah memahami karakter seorang tokoh. 

Selanjutnya, tahap ketiga adalah menentukan media yang akan digunakan untuk meningkatkan ketokohan diri. Saat ini berbagai media bisa digunakan untuk meningkatkan ketokohan. Media yang paling sederhana adalah tulisan pemikiran Anda, Anda bisa memulai dengan menyumbangkan tulisan pada media yang telah tersedia, apakah itu media kampus, media daerah, dan media nasional. Mulailah rutin menulis, dengan menulis Anda akan di claim sebagai sosok yang memiliki pemikiran dan suka menyumbangkann ide yang bisa digunakan oleh banyak orang. Buat target pribadi seperti menulis di koran kampus setiap bulan, menulis di media daerah setiap 1 bulan dan menulis di media nasional setiap 2 bulan sekali. Atau, jika memang belum berkesempatan untuk menulis di media yang telah ada, mulailah menulis di media yang Anda buat sendiri, seperti website atau blog.membuat milis dengan Owner diri Anda dan diasuh langsung oleh Anda, dimana Anda rutin mengirim posting tulisan Anda yang bermanfaat. Reza Ervani dengan milis motivasi indonesia berhasil membuat ketokohan ini dengan baik, begitu pula saya mulai memcoba membangun ketokohan dengan cara ini melalui milis tanyajawabLDK. Menyempatkan diri atau memang mendedikasikan waktu Anda sebagai pemateri / pengisi acara / moderator/ peserta aktif dan kritis pada berbagai skala acara/seminar/talkshow/training dapat  juga menjadi ekskalasi yang perlu dilakukan oleh Anda untuk meningkatkan kemampuan komunikasi massal serta mendongkrak ketokohan Anda. Tak lupa pula untuk membangun jaringan dengan tokoh lain, seorang tokoh dinilai sudah menjadi “tokoh” jika ia sudah punya relasi dengan tokoh lainnya.

Tiga tahap ini saya yakini menjadi cara untuk menokohkan diri Anda sebagai kader dakwah kampus yang akan mencitrakan diri Anda serta dakwah kampus pada umumnya. Dengan pencitraan positif ini diharapkan Anda bisa menjadi duta untuk memajukan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap dakwah kampus yang mampu mensuplai seorang yang bisa diterima di masyarakat. Pesan terakhir dari bagian ini adalah salah satu tantangan dalam ketokohan kader adalah ujian dunia terkait uang, jabatan dan akhlak. Kita membentengi diri dengan kedekatan pada Allah serta selalu dalam lingkungan dakwah dengan kader-kader lainnya yang selalu mengingatkan jika kita khilaf dalam bertindak.